Jakarta, NAWACITAPOST- Dunia maya kembali dihebohkan dengan pernyataan salah seorang selegram Lia Lestari , melalui akun media Instagram@Lia_Lestari29 mengaku pernah berpacaran sama kadrun.
“Saya jadi tahu pola piker mereka! Sering mengangkat tema-tema barbau sensitive dalam konten Youtubenya. Youtuber sekaligus selegram Lia Lestari kembali membahas hal serupa.
Postingan terkait soal kadrun itu dituliskan Lia Lestai pada Kamis (5/8/2021).
Selegram Lia Lestari mengkritisi tindakan kelompok-kelompok intoleran dan mereka yang berpandangan keliru yang dianggapnya sudah menyimpang dari tatanan kehidupan bangsa yang Bhineka Tunggal Ika.
Lia Lestari menyebutkan mereka dalam istilah kadrun (kadal gurun) adalah sebuah julukan yang ditujukan kepada orang-orang yang berpikiran sempit, terutama yang dipengaruhi Gerakan ekstremisme, fundamentalisme dari Timur Tengah. Untuk menstigma pihak yang dicap radikal.
“Nah, untuk yang membenci saya , maaf saya harus katakan. Mereka sendiri loh yang sebut diri mereka KADRUN di publik. Dan kadrun ini saya lihat kebenciannya sama saya bertumpuk-tumpuk,” kata Lia Lestari.
“Pertama , saya aktif membuat konten yang membuka kesadaran masyarakat .Kedua , saya terbuka dengan pemikiran dan toleransi. Ketiga, saya perempuan,” ucapnya.
Dalam tulisannya itu, dia menceritakan bahwa pernah terjebak pacaran dengan seorang kadrun saat masih kuliah. Dari terjebat itu saya jadi tahu pola piker mereka,” tulisnya.
Lia dalam tulisannya mengungkapkan bahwa para kadrun memang memiliki doktrin yang ekstrim. Khususnya perempuan, mereka sangat benci dengan perempuan yang cerdas, smart kritis, dan berani tampil di publik.”
Lia Lestari dalam tulisannya menjelakan bahwa dalam doktrin mereka, perempuan itu diperlakukan (maaf) seperti barang.Perempuan harusnya diam, tersembuni, tidak usah tampil di public, dan status mereka selalu di bawah laki-laki. Mereka mendiskriminasi perempuan dalam banyak hal.
Foto; Instagram @Lia_Lestari29
“Perempuan yang aktif seperti saya ini akan langsung dikategorikan sebagai feminis yang menjadi musuh agama mereka. Padahal feminis sama sekali bukan Gerakan memusuhi agama tertentu,” ucap Lia Lestari.
“Menjaga perempuan begitu rendah di mata mereka? Ini mirip sekali dengan doktrin dari negara Arab yang sering mendikriminasi perempuan. Perempuan diberlakukan sebagai objek, bukan subjek yang bebas dan merdeka atas kehendak hidup mereka. Perempuan adalah objek laki-laki. Karena itu harus diam dan nurut sama imam mereka.
Namun, kata dia, ini sangat bertentangan dengan budaya Indonesia yang cair sejak dulu. Bahkan zaman dulu, perempuan menjadi ratu atau bupati ya biasa -biasa saja. “Makanya , disaat saya dibenci oleh mereka, saya semakin maklum. Ke depan, seiring dengan bertambah besarnya akun-akun saya , saya sudah mempersiapkan diri untuk semakin dibenci oleh mereka. Bukan saya yang menantang permusuhan.Mereka sendirilah yang membenci saya duluan ,” imbuhnya.
“TIdak ada yang mengundang mereka untuk follow akun saya. Mereka datangf sendiri, kemudian marah-marah sendiri,” ucapnya.