politik

Terima Uang dari Dirut PT Masaro Anggoro, Ferdinand: Hebat MS Kaban Suap Dianggap Rezeki

Rabu, 21 Juli 2021 | 17:41 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Politisi Nasional Ferdinand Hutahean mengomentari mantan Menteri Kehutanan MS Kaban yang disebut menerima uang dari Direktur Utama PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo terdakwa kasus korupsi pengadaan sistem komunikasi radio terpadu (SKRT)

“Hebat MS Kaban, suap dianggap rejeki. Mengapa itu suap? Sesuai keputusan pengadilan, vonis terhadap Anggoro menyarakan TERBUKTI SECARA SAH DAN MEYAKINKAN MEMBERI SUAP KEPADA MENTERI KEHUTANAN. Bukan kata saya lho.!! Kata Hakim..!!,” cuit Ferdinand dalam akun Twitternya, Rabu (21/7/2021).

Sementara itu, terdakwa Dirut Masaro Radiokom Anggoro Widjojo mengatakan fakta dalam persidangan itu diketahui ada aliran dana ke beberapa pejabat Departemen Kehutanan termasuk ke Menhut MS Kaban.

Bahkan, MS Kaban menyebut bahwa uang pemberian tersebut sebagai rezeki.
Mantan Sekjen Kemenhut, Boen Mochtar Purnama mengaku menerima uang sebesar  US$20 ribu dari Anggoro. Uang yang diterima sempat dilaporkan Boen ke Menteri Kehutanan saat itu MS Kaban.

“Secara informasi saya laporkan ke Pak MS Kaban, beliau bilangnya sudah anggap rezeki,” kata Boen saat bersaksi untuk terdakwa Anggoro di Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (14/5) lalu.

Uang ini diterima Boen pada Oktober-November 2007 saat bertemu Anggoro. Perkenalannya dengan Anggoro difasilitasi Direktur PT Masaro Radiokom, Putratnefo Prayogo.

“Beliau langsung bilang ke saya ini ada sesuatu. Saya bilang nggak usah, tapi langsung diletakkan di meja saya dan langsung keluar, besok saya lihat uang US$20 ribu,” ucapnya.
.
Boen mengaku uang yang diterimanya hanya disimpan dan baru dikembalikan saat diperiksa KPK.” Saya simpan sekitar 3-6 bulan . Ketika saya diperiksa saya bilang besok saya kembalikan,” ujarnya.

Selain itu, mantan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenhut, Wandrop Siswanto juga sempat bertemu Anggoro di kantornya  Putranefo.” Pada saat bertemu beliau menyampaikan Uang itu. Saya pikir menyampaikan satu map, kemudian ditinggal di meja,” jelasnya.

Kemudian, setelah dicek, titipan Anggoro berisi uang sebesar US$10 ribu. Dia tidak mengetahui apa maksud dari Dirut PT Masaro itu memberikan uang kepadanya. Namun, Anggoro mengatakan uang itu adalah biaya operasional dirinya.

 

 

 

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB