Jakarta, NAWACITAPOST - Desakan sejumlah pihak yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur dari Jabatannya dikecam keras Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi).
"Kami melihat desak pihak-pihak yang minta mundur presiden adalah ngawur dan asal bunyi alias asbun, " kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan, Sabtu (18/7/2021).
Dia melihat bahwa Presiden telah bekerja keras mengatasi pandemi. Presiden bersama para pembantunya di kabimet siang malam tidak pernah henti menyelamatkan dari penyebaran Covid-19.
"Kita minta jangan dipolitisasi masyarakat bisa marah, " ucapnya.
Menurut dia pemerintah tidak pernah diam. Bahkan pemerintah bekerja melindungi masyarakat dari Covid-19.
"Kita melihat saat ini semua jajaran Polri dan TNI, satgas Covid-19, pemerintah daerah dan Kementerian negara lainnya yang merupakan bagian dari perangkat presiden, hadir di tengah masyarakat untuk melindungi dan melayani masyarakat. Masyarakat merasakan saat ini kehadiran Polri dan TNI dalam menangani Covid-19 banyak dirasakan. Negara hadir saat masyarakat susah, " katanya.
Ia menilai dari hasil penelitian dan pemantauan yang dilakukan pihaknya, masyarakat justru sangat puas dengan kebijakan Presiden Jokowi dalam menangani pandemi Covid-19
"Kita harus paham, tidak mudah untuk melayani dan melindungi negara dengan rakyat sebesar ini. Jangan bandingan Indonesia dengan negara kecil dengan berpenduduk mnim, " ujarnya.
Edi Hasibuan, mengungkapkan sudah saatnya semua lapisan masyarakat bersatu mendukung kebijakan presiden butuh dukungan semua pihak agar rakyat bebas Covid-19.
Dia juga menilai mendesak presiden mundur adalah warga yang tidak menghormati demokrasi.
Sebab presiden adalah pilihan rakyat. Pakar hukum kepolisian Universitas Bhayangkara ini mengungkapkan tidak ada alasan apapun untuk mendesak presiden mundur.
"Tidak ada satupun konstitusi yang dilanggar oleh presiden. Kami meminta pengamat atau politisi yang minta presiden mundur menghentikan ocehannya, " ucapnya.