politik

Waspada Kampus Dikendalikan Ajaran Ormas Terlarang?

Rabu, 7 Juli 2021 | 18:03 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - BUKAN membantu pemerintahan Jokowi mengatasi pandemi yang kian hari bertambah banyak  terpapar jumlah covid-19. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, dan Unnes menjuluki Presiden Jokowi  dengan sebutan The King of Lip Service dan Wapres Maruf Amin The King of Silent.

Baca Juga : BEM UI Periode Ini Hasil Pengkaderan PKS?



BEM tersebut merasa bangga dan senang bisa mengkritik Jokowi dan Maruf Amin dengan sebutan-sebutan itu. Hanya kritik pandir alias bodoh dilakukan BEM UI, ujar aktivis media sosial Ade Armando.

Tak ada solusi dan kerap menjadi pesanan kelompok atau  ormas serta partai tertentu BEM  tersebut sudah dimasuki paham-paham ajaran ormas terlarang. Terbukti denga Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra begitu bersemangat meminta Rizieq Shihab dibebaskan. Bahkan dalam jejak digitalnya Leon juga akrab dengan orang-orang yang anti Jokowi (baca : Gatot Nurmantyo, Said Didu, PKS, Demokrat).

Sepertinya Ketua BEM Unnes Wahyu Surono Pratama tak jauh beda dengan Leon. Kedekatannya dengan kelompok anti Jokowi diduga ada.

Baca Juga : Julukan The King of Silent kepada  Wapres Ma’ruf Amin, Diduga BEM Unnes Sudah Dicemari Politik Praktis 



Terutama untuk ormas yang sudah dilarang, yaitu FPI dan HTI. Hanya ormasnya saja yang dilarang, sementara orang-orangnya tidak dilarang. Kemungkinan orang-orang dari eks HTI dan eks FPI bukan saja menyusup malah masuk ke kampus-kampus. Targetnya menduduki posisi strategis menjadi Ketua BEM.

Sebab dengan menguasai BEM. Ormas terlarang melalui orang-orangnya leluasa melawan pemerintah. Situasi pandemi covid akan dijadikan perlawanan oleh ormas-ormas terlarang dengan menyuruh BEM mengeluarkan pernyataan yang sengaja menyerang pemerintah.

Terkait dengan pandemi covid. Yang didalamnya terjadi kelangkaan oksegen, rumah sakit penuh,  peti mati sedikit, dan ambulans minim jumlahnya. Diduga,  sengaja diciptakan ormas-ormas terlarang kepada BEM UI untuk menghantam pemerintahan Jokowi.

Hebatnya, Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin kepada yang mengkritiknya terutama BEM yang dikendalikan ormas terlaranga. Malah menyebut hak setiap warga negara dan kampus mengkritik kepada pemerintah.

Hasilnya mahasiswa yang tergabung dalam BEM mengkritik Pemerintah, tak ada yang dipecat. Malah kuliah seperti biasa. Artinya tidak ada pembungkaman kepada BEM tersebut.

Jadi dugaan netizen sebagian kampus dikendalikan ormas terlarang, ternyata faktanya memang ada dan benar.

 

 

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB