Baca Juga : Pesan Meme BEM UI ke Jokowi Bertepuk Sebelah Tangan
Namun, beberapa hari terakhir ini. Kampus ini oleh netizen diolok-olok. Pasalnya, akibat ulah yang tak pantas dilakukan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Leon Alvinda Putra membuat meme tak berbasis data. lazimnya kaum intelektual melakukan kritik kepadaa penguasa. Meme tersebut diberi judul King of Life Service kepada Presiden Jokowi. Artinya kurang lebih, Jokowi ingkar janji.
Ternyata kepintaran Leon tak disertai dengan Intelektual emosional (baca : akhlak dan moral).
Bahkan meme yang dibuat BEM UI tersebut tidak murni berasal dari Kampus. Ada banyak kepentingan yang mengikutinya. Terutama orang-orang atau kelompok yang anti Jokowi ikut menyertai aksi dari Leon.
Leon memang pintar Indeks Prestasinya saja 3,5 kalau dibuat angka 1 - 10 maka Leon dapat nilai di atas 8,5. Pintar bukan? Namun, sayang krtiknya kepada pemerintah tak disertai data. Asal kritik saja, tanpa memberi solusi. Parahnya, ketika diajak debat terbuka bersama aktivis media sosial Ade Armando, Leon selalu menghindar.
Sederet yang melekat ke Leon. Dekat dengan PKS, pembela FPI, Cikeas dan kabarnya berada di barisan depan suara pembebasan Rizieq Shihab di penjara. Bahkan, pembela pegawai KPK yang tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Padahal TWK adalah jatidiri setiap warga negara Indonesia dalam mencitai negerinya secara tulus tanpa merusak. Apalagi membuat gaduh. Yang mana TWK itu meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.
Kembali ke BEM UI. Akibat ulah Leon. Maka netizen minta kepada kementrian terkait dengan melibatkan lembaga - lembaga terkait agar kampus-kampus di seluruh Indonesia sepatutnya diberlakukan TWK. Tujuannya, supaya kritik mahasiswa yang disampaikan harus berbasis data dan memberi solusi.