Jakarta, NAWACITAPOST – Ajakan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PBHMI) Affandhy Ismail yang menyerukan revolusi dan turunkan Presiden Jokowi dari jabatannya membuat heboh di media sosial.
Politisi Ferdinand Hutahaean menilai bahwa ajakan revolusi dari Ketua HMI adalah sebuah petasan yang dibeli bapakanya, dan disuruh dimainkan sama anaknya.
“Soal ajakan revolusi dari Ketua HMI itu sebetulnya hanya sebuah petasan yg dibeli bapaknya dan disuruh dimainkan sm anaknya. Petasan cabe yg cuma bunyinya sj riuh tp tak menghasilkan apa2. Bapaknya siapa? Tak perlu sy jelaskan semua tau,” cuit Ferdinand dikutip NAWACITAPOST dari kaun Twitternya, @FerdinandHaean3, Rabu (30/6/2021).
Ferdinand mengaku bahwa ajakan revolusi oleh Ketua HMI Affandhy Ismail adalah ajakan revolusi abang kadrun yang tidak lebih dari ungkapan rasa keputusasaan.
“Ajakan revolusi abg kadrun yang tak lebih dari ungkapan keputusasaan, makin jauh tersesat organisasi kemahasiswaan itu,” cuit Ferdinand.
Sebelumnya, Ketua Umum PB HMI MPO , Affandhy Ismail melalui akun Instagram-nya @affandhy.ismail. Dia mengunggah poster ajakan revolusi terhadap pemerintahan Jokowi di 2021. HMI mendesak Jokowi turun dari jabatannya dan bentuk pemerintahan sementara.
HMI bersama rakyat memanggil revolusi Indonesia 2021. Jokowi harus turun. Rakyat berdaulat bentuk pemerintahan sementara . Selamatkan.
Affandhy Ismail menyampaikan bahwa seruan revolusi untuk menyelamatkan NKRI dari oligarki kekuasaan. “Selamatkan NKRI dari penjajahan oligarki politik konglemerasi asing dan aseng demi kesehjateraan rakyat indonesia,” ucapnya.