politik

Banyak Mahasiswa Era Kini Protes, Belum Cari Data Akhirnya Terhina Dimata Publik

Rabu, 30 Juni 2021 | 14:12 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - "SAYA juga pernah aktivis mahasiswa. Jika berdebat dengan siapapun, saya baca dulu itu barang sejelas-jelasnya, baru saya berdebat. Jujur, kalau ini (penyampaian Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM di ILC) sebagai dosen saya malu, nggak baca, kasih komentar didengar orang banyak di acara ILC,  saya sampai tutup mata tadi." Begitulah ungkapan Menkumham Yasonna Laoly dalam suatu acara di ILC beberapa tahun lalu.

Baca Juga : Pesan Meme BEM UI ke Jokowi Bertepuk Sebelah Tangan



Ungkapan Menkumham Yasonna Laoly menjadi rujukan penggiat aktivis media sosial Denny Siregar dalam Timeline di Cokro TV.  Menurut Denny, Pak Yasonna kesal Ketua BEM dari kampus ternama, tidak baca RUU KUHP yang BEM demo mati-matian. Yang terjadi malah BEM - BEM tersebut malah terdiam dan bengong.

Denny melihat di acara ILC itu dalam pandangan politiknya, mahasiswa mengalami tingkat penurunan intelektual. Cenderung emosional, tidak mau belajar, kenakak-kanakan dan cengeng.

Mungkin secara akademik mahasiswa itu bagus. Namun secara kecerdasan emosional mereka (baca : mahasiswa) di bawah standar. Dibanding mahasiswa era tahun 1998. Yang cenderung kompak dan mampu menjaga dan meningkatkan kecerdasan emosional. Bahkan mahasiswa era 98 bukan hendak mau tampil. Sebab, berbeda saja dengan rezim Soeharto, taruhannya nyawa dan jejaknya tak kunjung ketemu.

Berbeda dengan era sekarang. Yang mungkin hendak mau tampil. Bukti paling kuat, mereka (baca : mahasiswa sekarang) berbeda dengan Presiden Jokowi masih bisa tampil dan tampil dan tidak ada yang diancam di keluarkan dari kampusnya.

 

 

Terkini