politik

Denny Siregar:Rizieq Shihab Sakit Jiwa Tingkat Tinggi

Sabtu, 26 Juni 2021 | 12:40 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Pegiat sosial media, Denny Siregar, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) berperan dalam membungkam kelompok yang pernah memenjarakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjajahaja Purnama (Ahok).

Dia menyebutkan, bahwa kelompok ini sudah dihajar habis-habisan oleh Jokowi dengan membubarkan organisasinya, serta menangkap petingginya.

“Di sini yang berperan besar dalam menghajar kelompok garis keras dengan kokoh utama Rzieq Shihab ini adalah Presiden Jokowi,” kata dalam You Tube Cokro TV, dikutip Sabtu (26/6/2021).

Denny menjelaskan sewaktu Ahok didemo oleh sekian juta orang dengan tuduhan penistaan Agama saat itu. Kepala Negara tidak bisa berbuat banyak.

Banyak orang kecewa melihat Jokowi terdiam saja Ahok akhirnya terzalimi dan masuk penjara . Padahal situasi saat itu sangat berbahaya. Salah sedikit saja negara bisa hancur karena provokasi orang-orang berbaju agama. Dan Jokowi tahu yang diincar adalah dirinya Kursi jabatannya sebagai Presiden dan kasus Ahok dijadikan perantara,” bebernya.

Namun, Presiden Jokowi mengambil langkah setelah situasi sudah tenang, Jokowi mulai menerapkan strategi pecah barisan. Satu persatu pentolan di kubuh 212 dengan berbagai kasus yang memang bagian dari kesalahan mereka menganggap Jokowi lemah menghadapi kelompok itu.

“Dan yang terakhir adalah Rizieq Shihab sang Imam Jumbo yang akhirnya dihajar habis-habisan dan organisasinya dibubarkan” cuitnya.

Lanjut, Denny, apa yang dilakukan Rzieq Shihab memang mengerikan dosanya dia sjeujurnya jauh lebih besar dari kesalahan dia karena berbohong bahwa dia tidak kena corona

“Dosanya HRS adalah manipulasi pikiran banyak orang dengan memanfaatkan nasabnya sebagai cucu Nabi untuk kepentingan dia pribadi. Dengan posisi itu, Riqieq Shihab menjadikan dirinya sebagai”Nabi” baru dengan konsep pengkultusan individu.

HRS membuat dirinya tidak bercela, dan tidak ada dosa, sehingga apapun yang dia katakan adalah kebenaran dan apapun yang dia lakukan patut dibela mati-matian.

"Kultus Individu atau pemujaan berlebih terhadap seseorang terus dimanipulasi oleh Rizieq dengan menyematkan gelar”Imam Besar” kepada dirinya sendiri," sebutnya.

Sakit memang Rizieq ini, dia mungkin atau memuji dirinya sendiri secara berlebihan.Penyakit narsistik ini adalah penyakit jiwa. Gejalanya mirip banget dengan Rizieq, yaitu dia butuh pujian kalau dirinya itu orang penting dan dia selalu mengabaikan

Narsinya Rizieq itu juga sevelnya sangat tinggi, sehingga dia lebih tepat dikatakan punya gangguan jiwa yang dikenal dengan nama keren “megalomania” kasian kalau saya lihat Rizieq yang terpenjara dalam pemujaan dirinya sendiri secara berlebihan. Namun dampak yang dia lakukan itu akan sangat merusak.

“Orang yang percaya dia adalah “cucu Nabi” yang tidak berdosa akan melakukan apa saja untuk melindunginya, termasuk membunuh orang kalau bisa.,’ ucapnya.

Bahkan kata Denny, Rizieq mengaku bahwa pemujaan dirinya datang dari umat yang polos dan lugu dalam artian umat polos dan lugu yaitu umat yang gampang yang gampang dibodoh-boohin sama Rizieq dan saudara-saudaranya

Umat polos dan lugu ini kalau diperintahkan Rizieq Shihab yang bisa menyerang dan merusak apa saja karena mereka tidak mampu berfikir memang sudah sejak lama diprogram sejak awal, supaya mereka manut saja apa kata”ulama” karena ulama adalah jalan menuju surga.Jadi sudah seperti robot. Jadi yang tidak punya akal untuk memilih mana yang salah dan mana yang benar.

Seperti diketahui, sebelumnya terdakwa kasus tes swab di RS Ummi Bogor, Rizieq Shihab divonis 4 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Jaktim.

Mantan Ketua FPI itu dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan penyiara n berita bohong dan menimbulkan keonaran.

Sehingga hakim di PN Jakarta Timur menjatuhkan pidana terdakwa dengan pidana selama penjara 4 tahun.@NAWACITAPOST1

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB