Jakarta, NAWACITAPOST- Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia secara sah menjadi partai politik setelah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan HAM sebagai badan hukum partai politik pada Selasa (19/5) lalu.
Munculnya Partai Gelora Indonesia akan membuka peluang untuk menarik para kader-kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pertarungan di Pemilu 2024.
Untuk diketahui, Partai Gelora didirikan untuk dapat berkontribusi memberikan narasi arah baru Indonesia sekaligus juga melahirkan para pemimpinnya yang akan membawa Indonesia bersama elemen lainnya untuk menjadi kekuatan lima besar dunia.
Partai Gelora Indonesia sendiri dipimpin oleh mantan kader senior dari PKS yakni Anis Matta, menjabat sebagai Ketua umum, Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua Umum .
Selain itu, dikabarkan banyak para kader- PKS yang ikut dalam struktur kepengurusan dan menjadi kader Gelora Indonesia. Jika melihat peluang ini, maka Partai Gelora Indonesia memiliki peluang dalam merebut suara PKS pada Pemilu 2024 mendatang.
Bahkan, Partai Gelora sendiri mengklaim akan menjadi partai Islam nasionalis. Meskipun sebagai partai baru, Gelora Indonesia dipastikn memiliki program yang berbeda dengan PKS.
Sementara itu, dikutip dari idntimes, pengamat komunikasi politik Ari Juanedi mengungkapkan bahwa Partai Gelora Indonesia akan menjadi warna baru di berpolitikan nasional. Para pendiri Gelora memiliki daya magent bagi Gelora karena mereka adalah tokoh-tokoh yang ikut membesarkan PKS.
Ari mengaku bahwa Gelora memiliki peluang pemilih di Pemilu 2024 yang bisa dimanfaatkan.
Miliki perbedaan pandangan politik Gelora dan PKS
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta mengatakan bahwa Partai Gelora menegaskan memiliki perbedaan platfrom yang fundamental tentang Indonesia Masa Depan dibandingkan dengan Partai Keadilann Sejahtera (PKS).
Di antaranya, Partai Gelora mengusung platfrom arah baru sejarah Indonesia sebagai salah satu pemain utama kekuatan global.
“Menjadikan Indonesia kekuatan kelima dunia setelah Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), Rusia dan China . Untuk mewujudkan hal itu, Partai Gelora mengajak semua komponen bangsa untuk berkolaborasi.
Anis Matta membeberkan bahwa Partai Gelora Indonesia , Pancasila sebagai platfrom dasar berbangsa dan bernegara memiliki nilai inti kolaborasi. Maka kemajuan Indonesia hanya dapat terwujud jika semangat kolaborasi kedepannya.
Menurut dia, Partai Gelora ingin mengakhiri pembelahan yang terjadi di masyarakat antara Islamis dan Nasionalis, antara kelompok tengah, kanan dan kiri.
Selain itu, dia menjelaskan perbedaan antara Partai Gelora dengan PKS. Dasar pendirian Partai Gelora adalah perbedaan pemikiran mengenai plafrom narasi arah baru sejarah Indonesia.
Tak hanya itu, Partai Gelora Indonesia diprediksi akan mengambil suara milenial dari kader PKS yang ingin merasakan perubahan
Sementara itu, peluang dalam pemilu 2024, dipastikan Partai Gelora akan mengambil suara PKS di pemilihan Legislatif (pileg) 2024.@NAWACITAPOST1