Jakarta,NAWACITAPOST- HM Damrizal pentolan kubu Moeldoko, ikut berkomentar dalam perang pernyataan antara Sekjen PDIP Hasto Ksiritiyanto dengan sejumlah kader Partai Demokrat pendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Untuk diketahui, pernyataan Hasto yang menyebut SBY sebagai ‘ Bapak Bansos’ dan PDIP yang tidak mau berkoalisi dengan PD dan PKS.
“Ya PDIP enggan berkoalisi terjadi karena beda ideologi, itu adalah fakta politik SBY,AHY dan kader PD pengikut SBY,AHY tidak usah meradang,” kata Damrizal, Selasa (2/6/2021).
Damrizal mengaku bahwa dari 2007 hingga 2011, SBY dianggap telah mengucurkan bantuan social dengan total Rp 321 triliun lebih. Sehingga jika dibandingkan dari 7 Presiden Indonesia, maka bansos SBY cetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
“Bansos SBY ini juga berkontribusi menjadi mesin politik pemenangan SBY menjadi Presiden 2 periode, Hasto mengkungkap fakta karena itu, SBY, AHY dan pengikutnya tidak perlu meradang,” kata Damrizal, Selasa (1/6).
Damrizal mengungkapkan bahwa koalisi PDIP dan Demokrat tidak mungkin terjadi , sebab dua kali Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri merasa kecolongan dari SBY, Sehingga wajar kalau PDIP memiliki catatan khusus kepada SBY.
“AHY itu anak kandung SBY, tentu tidak jauh beda dengan bapaknya (SBY). PDIP wajar untuk lebih hati-hati agar tidak terjadi kecolongan yang ketiga kali,” ujarnya.
Bukan hanya PDIP dan Ibu Megawati saja yang merasa kecolongan oleh SBY. Pendiri partai democrat juga kecolongan dari SBY, bahkan parpol koalisi 2004 sampai tahun 2014 juga kecolongan dari SBY. Hanya teman-teman koalisi memilih jalan senyap.