Jakarta, NAWACITAPOST- Politisi Arief Poyuono menilai bahwa popularitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak bisa sekuat ayahnya Susilo Bambang Yudhyono (SBY) sebagai tokoh politik.
Arief mengatakan, bahwa sosok AHY terkenal karena adanya sosok SBY. Bukan sebagai figur yang di sukai masyarakat.
Arief mengaku safari politik AHY kepada tokoh politik beberapa waktu lalu tidak membuat elektabiltas AHY naik, hal ini karena belum terlihat kinerja nyatanya.
" Sebenarnya hampir 50 % rakyat kenal sama AHY yaitu sebagai anak SBY, tapi kalau popularitas yang berdasarkan pada penilaian di sukai oleh masyarakat sih masih kecil prosentasenya. AHY harus banyak berbuat yang bermanfaat untuk masyarakat dulu ," kata Arief kepada NAWACITAPOST, Jumat (28/5/2021).
Menurut Arief harusnya AHY bisa membedakan makna sebuah popularitas tokoh. " Jadi harus dibedain makna sebuah popularitas tokoh, siapa yang enggak kenal sama Anas Urbaningrum, Nazarudin tapi terkenal karena korupsi , bukan terkenal karena di sukai atau diinginkan publik tindak tanduknya," ujarnya.
"Saya Sekarang AHY sepertinya sedang mencoba lepas dari bayang bayang SBY ya," katanya.
Menurutnya, saat ini masih banyak Partai Politik (Parpol) dinasti dan parpol mirip perusahaan atau PT.
"Memang kan wajar saja , parpol di Indonesia banyak parpol dinasti dan parpol mirip perusahaan terbatas. Cuma GOLKAR dan PKS yang tidak dinasti dan mirip PT," ucapnya.
Bahkan, publik mempertanyakan bahwa safari politik AHY terkesan hanya mengutamakan seperti pencitraan daripada kinerja.
Untuk diketahui hingga kini, AHY terus melakukan kekuatan untuk mencari dukungan politik dengan melakukan safari politik ke berbagai tokoh politik dan tokoh masyarakat. Namun ditengah safarinya. Kepemimpinan AHY sebagai Ketum Demokrat menjadi polemik pasalnya hingga kini Demokrat hasil KLB Deli Serdang, Sumut masih melakukan gugatan dan memprsoalkan kepemimpinan AHY sebagai Ketum Partai Demokrat.
Kubu Moeldoko meminta AHY legowo menyerahkan posisi Ketum Demokrat kepada Jenderal Purnawirawan Moeldoko sebagai sosok yang tepat memimpin Partai Demokrat.