Baca Juga : Soal King Maker di Pilpres 2024, Duet Megawati – Jokowi Kalahkan JK – Surya Paloh
Nampaknya, Ganjar dikalangan internal PDIP sudah ditutup krannya menuju 2024.. Seperti pernyataan Bambang Bambang Wuryanto dalam pernyataan rilisnya mengatakan sudah memberikan sinyal jika sikap Ganjar yang terlalu ambisi dengan jabatan presiden tidak baik.
Di satu sisi, belum ada instruksi dari Ketua Umun Megawati Soekarnoputri terkait Pilpres 2024. Di sisi lain, sikap Ganjar dinilai tidak baik bagi keharmonisan partai yang wajib tegak lurus pada perintah Ketua Umum.
Ternyata pernyataan Bambang ditengarai dengan tingginya intensitas Ganjar di medsos dan media, termasuk soal aktivitasnya di YouTube. Bambang juga pernah menjelaskan elektabilitas bukan penentu bakal terpilih menjadi capres atau tidak. Ia menegaskan kader partai wajib tegak lurus pada perintah Ketua Umum.
Akibat dari banyaknya kegiatan di medsos tersebut, Ganjar tak diundang dalam acara pengarahan oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani memberikan arahan untuk kader PDIP se Jateng, di Semarang, Sabtu malam (22/5/2021).
Ganjar tak diundang di acara PDIP, dikomentari penggiat media sosial Denny Siregar. Dennu mengingatkan PDIP agar berhati-hati dalam memperlakukan Gubernur Jawa Tengah itu. “Mbak Puan, hati2 lho… Entar kader terbaiknya dilamar partai lain karena sangat potensial.. Maaf, sekadar mengingatkan,” kata Denny di akun Twitternya, Minggu (23/5/2021).
Lanjut Denny, soal Ganjar aktif dan menjadi host di Youtube. Itu tandanya Ganjar Gubernur yang pro milenial dan paham perkembangan zaman. Pasalnya, ini era teknologi. Dan, jangan lupa pemilih milenail kisarannya ada di angka 40 persen sebagai pemilik suara di Pemilu 2024.
Menuju 2024 memang, tak ada lagi calon petahana. Sebab Jokowi secara UU hanya menjabat dua periode saja. Sehingga para Capres khususnya di PDIP, mulai mendengungkan suara Tiket dan elektabilitas. Di satu sisi, tiketnya dipegang Puan, elektabilitasnya diraih Ganjar. Sementara dua-duanya siap dan punya keinginan maju di Pilpres 2024.
Lalu, bagaimana pendapat Jokowi. Harus dilihat dari loyalitas dan keutuhan bangsa. Jika Puan yang dicalonkan, kans besarnya menjadi Cawapres. Capres bisa saja, tetapi gempuran isu gender dan politik identitas akan kental permainnya. Jika dilihat dari keutuhan bangsa, Ganjar punya peluang untuk melanjutkan program Jokowi, mulai tetap diberlakukannya pembubaran kelompok-kelompok radikal.
Jadi apakah Ganjar akan diberikan tiket dari partainya sendiri, atau diberikan dari partai lain. Sementara elektabilitas Ganjar meroket dan berada di ururan 2 besar dari lembaga survei. Memang Mega pemutusnya, tetapi suara dari king maker lainnya terutama Jokowi perlu menjadi perhatian utama juga.