Baca Juga : Pegiat Medsos Birgaldo Sinaga Meninggal Dunia, Positif Covid – 19, Denny Siregar : Bir Selamat Jalan Dan Maafkan Temanmu
YANG menghalanginya pasti diganggunya. Seperti yang dialami Denny. Ternyata kelompok ini punya jaringan ke perusahaan BUMN, salah satunya Telkomsel.
Memang benar Denny pelanggan dari provider tersebut. Namun, yang membuat pria Medan, tapi lama tinggal di Surabaya ini kecewa, geram, resah dan marah, ketika Juli 2020, data pribadinya tersebar luas dijejaring media sosial, dan menjadi santapan pemberitaan media mainstrem, sehingga dengan mudahnya diumbar begitu bebasnya oleh para musuhnya.
Konon kabarnya, musuhnya Denny menggunakan Telkomsel untuk menyebarkan data pribadinya seorang penggiat medsos itu, sehingga dengan mudah musuhnya itu bisa leluasa memfitnah dan menjelekan Denny. Telkomsel hanya diam dan tak berbuat apa-apa, begitu ada pelaporan dari korban kepada pihak berwajib, baru Telkomsel melakukan bersih-bersih.
Ternyata para musuhnya itu mengambil data Denny melalui pegawai outsourcing Telkomsel bernama Febri bekerja sama dengan akun akronim opposite. Ada yang menyebut, akun itu diduga kabarnya digunakan 'Haikal Hasan'.
Kembali ke Telkomsel, begitu mengetahui pegawai outsourcing ditangkap polisi, disidang pengadilan dijatuhkan hukuman 8 bulan. Telkomsel bukan meminta maaf, malah yang dilakukannya menyewa jasa pengacara supermahal, Yusril Ihza Mahendra, jelas pengacaranya, yang disampaikan Denny dalam Chanel Youtube Cokro TV di acara TIMELINE, Jumat (21/5/2021).
Saat data Denny dibocorkan provider Telkomsel, yang menggunakan jasanya sudah mencapai 160 juta orang. Bisa dibayangkan, jika provider membocorkan jumlah pelanggan sebanyak itu.
Maka, identitas pribadi kita, mulai dari KTP, ATM, Paspor, STNK, BPKB, NPWP dan data penting lainnya, selain bisa disalahgunakan juga bisa dijual dengan nilai sampai ratusan miliar dari pelanggan yang ratusan juta orang tersebut.
Terkait kasus yang menimpa Denny, karena kasusnya perdata, proses persidangannya bisa lama. Bahkan baru disidang satu tahun setelah data Denny dibocorkan Telkomsel. Dan sampai kini, belum ada keputusan sidang yang mengikat dan final. Kabarnya sih, akan dilanjutkan pada 16 Juni 2021.