Baca Juga : Anies Baswedan Lagi Cari Aktor Politik Identitas Pengganti Rizieq Shihab, Safari Politik Digencarkan Menuju 2024
KEHADIRAN Veronika Tan sebagai mantan ibu penggerak PKK dan duta kota tua yang dilaksanakan dihalaman museum Fatahilah akhir April 2021. Membuat nama Anies terhapus sejenak dari coretan politik identitas.
Perlu diketahui, bahwa mantan Istri Ahok ini, memang peduli terhadap peninggalan bangunan yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi.
Terlepas dari kepedulian dan kecintaan ibu dari 3 anak ini terhadap histori sejarah kota tua. Khusus kepada Anies, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dicopot Jokowi di tahun kedua periode pertama Jokowi menjabat presiden, memang selalu memanfaatkan keburukannya untuk orang menghapus dan melupakannya.
Terutama kepada pendukung Ahok. Kehadiran Veronika menjawab nada-nada miring kepada Anies berhasilnya hanya sejenak.
Sisa waktu setahun, panggung yang dicari Anies, adalah menentramkan musuh politik dalam dukungan di Pilkada Jakarta 4 tahun lalu. Makanya kehadiran Veronika Tan bisa mengubah suara-suara miris berlalu, dan bisa menjadi lembaran baru di panggung berikutnya. Syukur-syukur masih bisa dilirik di gelaran Pilpres 2024.
Namun, nampaknya Anies hanya memanfaatkan Veronika Tan sebagai obat untuk mengobati borok dan kesakitan politik yang dideritanya, akibat ulahnya yang pro pada politik Pilkada berjualan ayat dan mayat.
Dan, pendukung Ahok sudah hafal betul dengan permainan Anies yang tak elok dan tak bersimpati, dalam membangun kesejukan dan keharmonisan demokrasi. Pertanyaannya, apakah pemimpin seperti itu dianggap sebagai model panutan? Jawabnya jelas tidak. Karena tipe pemimpinan tersebut, tak bisa jadi pegangan dan panutan buat rakyat.
Jadi mengundang Veronika Tan, Pikir Anies bisa mendongkrak citra, popularitas, dan bertambah simpatik. Ternyata hanya efektif sehari saja. Begitu selesai acara itu, maka sosok Anies sebenarnya tampak lagi.