Baca Juga : Dr. Connie Rahakundini : Buka Hubungan Diplomatik Dengan Israel, Indonesia Bisa Menolong Palestina
MASALAH KKB Papua, dan MIT di Poso. Semua itu ada di depan kita. Belum selesai dan sementara diselesaikan oleh pemerintahan Jokowi.
Sekedar informasi, bahwa di Palestina ada dua faksi : Fatah dan Hamas. Sementara yang berkonflik dan melakukan perang terbuka Hamas - Israel, bukan dengan Fatah. Hamas menembakan ratusan sampai ribuan rudal, dan Israel menggempurnya dengan pesawat jet tempur. Artinya ada persenjataan yang digunakan diantara kedua belah pihak. Jadi tidak ada pendudukan atau agresi penjajahan oleh satu pihak terhadap pihak lainnya.
Kembali ke Hendropriyono, bahwa Palestina dan Israel bukan urusan Indonesia, tetapi urusan bangsa Arab dan Yahudi. Hari depan anak cucu, itulah urusan kita.
Lulusan Akmil 1967 menegaskan bahwa musuh kita yang paling berbahaya adalah serangan ideologi khilafah. Begitu ideologi ini menguasai kita, maka akan terpecah belahlah Indonesia. Yang menjadi korbannya, generasi penerus kita.
Jenderal yang menghormati semua agama di Indonesia, jangan diragukan lagi ke-Islamannya ini dalam satu Chanel Youtube, pernah mengusulkan agar Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Manfaatnya banyak, pembelian dan transfer teknologi militer biayanya semakin kecil dan terjangkau, bidang pertanian dan perkebunan akan bertambah subur dan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.
Mertua dari KSAD Jenderal TNI AD Andika Perkasa, mengucapkan itu tidak asal bicara. Sebagai bapak dan Guru Besar intelejen Indonesia, semuanya itu didapat dari informasi A satu dan selalu akurat terpercaya disampaikannya.