politik

Terjaring OTT KPK, Djarot Pastikan Bupati Nganjuk Novi Rahman Bukan Kader PDI Perjuangan

Senin, 10 Mei 2021 | 17:17 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menegaskan Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat bukan kader PDI Perjuangan dan tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDI Perjuangan.

"Bukan anggota dan tidak ber-KTA PDI Perjuangan,” kata Djarot di Jakarta Senin (10/5/2021).

Djarot menjelaskan Wakil Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi yang merupakan kader PDI Perjuangan, Ia menyebut Novi dan Marhaen memang diusung oleh PDI Perjuangan bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk.

"Wakil bupatinya yang kader pengurus, salah satu Wakil Ketua DPD Jatim. Waktu pilkada keduanya diusung PDI Perjuangan dan PKB," ucap Djarot.

Baca Juga: https://nawacitapost.com/nasional/2021/05/10/ott-di-nganjuk-kpk-berhasil-tangkap-10-orang-termasuk-bupati-nganjuk-novi-rahman

Adapun terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat yang dilakukan KPK pagi hari ini, Djarot menegaskan bahwa PDI Perjuangan mendukung dan mengapresasi aparat penegak hukum untuk melakukan pemberantasan korupsi.

"Kami mendukung penuh dan memberikan apresiasi pada KPK dan Bareskrim dalam upaya pemberantasan korupsi," tuturnya.

 

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada Senin (10/5).

Dalam OTT tersebut,KPK berhasil mengamankan 10 orang termasuk Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat.

“Informasi yang kami terima , tim gabungan sudah melakukan permintaan keterangan atas dukungan jajaran Polres Nganjuk terhadap 10 orang yang diamankan, diantaranya Kepala Daerah dan beberapa ASN di Pemkab Nganjuk,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya Senin (10/5/2021).

Ali menyebutkan kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Timur ini adalah sinergi antara KPK dan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri KPK,” kata Ali.

Ali mengungkapkan, support penuh tim Bareskrim Mabes Polri yang menyelidiki dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Nganjuk sejak April 2021.

Dia juga membeberkan bahwa OTT ini dilakukan atas dugaan korupsi penerimaan sejumlah uang untuk mengurus promosi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk.

“Untuk bukti yang ditemukan dan diamankan di antaranya berupa uang dalam pecahan rupiah yang saat ini masih dilakukan perhitungan dan dikonfirmasi kepada beberapa pihak yang sudah diamankan itu,” ujarnya.

Menurut dia, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Nganjuk, Novi Rahman sampai saat ini.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB