Baca Juga : FPI – HTI Dibubarkan Kekuatan Politik SBY – AHY Diujung Tanduk
KEDUA kelompok berpaham dan beraksi radikalisme itu, selalu menggunakan jualan gender, ayat, mayat dan isu-isu tak seagama. Seruan itu menyeruak dan terpatri kepada akar rumput FPI dan HTI. Kedua kelompok itu menyerukan hal itu, karena demi mendapatkan logistik yang dikucurkan Demokrat. Dugaan pun muncul, logistik yang diberikan kepada kedua kelompok tersebut, katanya berasal dari APBN?
Akibatnya, beredar kabar, pantas saja banyak proyek mangkrak (Hambalang dan proyek startegis lainnya), karena SBY terlalu sibuk mengurusi FPI - HTI. Itu hanya dugaan yang berkembang. SBY membantah pernyataan tersebut.
Lalu, rekam jejak digitalnya. Saat putra sulung SBY, AHY maju di Pilkada Jakarta 2017. Beredar kabar lagi, 2 atau 3 pesawat di carter untuk para pendukung AHY, katanya sih dari FPI dan HTI untuk terbang ke Arab Saudi, temanya sih Umroh. Jumlah biaya yang dikeluarkan mencapai puluhan miliar untuk carter pesawat dan akomodasinya.
Menjelang 2024 (Pileg dan Pilpres). SBY - AHY sadar, bahwa dukungan HTI- FPI tidak bisa diharapkan lagi, karena mereka (kelompok) sudah dilarang dan dibubarkan. Padahal, saat kedua kelompok tersebut belum dibubarkan, sandaran mereka kepada Dinasti Cikeas.
Dan, biasanya 2 tahun menjelang pesta demokrasi (Pilpres dan Pilkada) , kedua kelompok itu selalu kebanjiranorderan besar. Kabarnya, mereka mendapatkannya dari Cikeas, karena hanya SBY - AHY yang mampu memberikannya dengan sembunyi-sembunyi.
Demi dan berharap AHY bisa jadi Capres atau Cawapres pada Pilpres 2024, maka pertemuan dengan pimpinan partai dijalakan AHY. Maka, terjadilah pertemuan 22 April 2021 sebagai tuan rumah, AHY menerima dengan tangan terbuka PKS, kemudian dilanjutkan sebagai tamu pada Kamis 6 Mei 2021 bertemu Gubernur Jakarta Anies Baswedan di Balaikota Jakarta. PKS adalah sekutu erat Demokrat.
Saat SBY berkuasa, 4 sampai 5 menteri menjadi jatahnya PKS. Sementara Anies pernah menjadi peserta Capres Demokrat.
Kembali ke pembubaran FPI - HTI, membuat SBY -AHY semakin panik, tanda melemah sudah terjadi dan ujungnya bisa keropos. Pasalnya, berbagai cara sudah dilakukan AHY atas perintah SBY dalam menjalan roda politiknya. Namun, hasilnya tetap saja tak mendongkrak elektabilitas partai. Tujuannya demi berharap mendapat tiket Capres dan Cawapres, maka AHY menjalankan segala cara tersebut.