Baca Juga : Pengamat Terorisme Al Chaidar Menduga Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Dari JAD
HAL itu dilakukan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berafilisi ISIS, targetnya di Indonesia. Namun, ada juga WNI afiliasi ISIS yang sasarannya di luar Indonesia. Mereka ini bisa disebut WNI eks ISIS. Kabar beredar, mereka ini sampai membakar paspor WNI alais tidak mengakui WNI.
Kini WNI eks ISIS terdesak, dan rencananya mau pulang ke Indonesia. PKS begitu getol membelanya. Melalui cuitan di media sosial, Mardani Ali Sera meminta pemerintah Jokowi memberikan keadilan terhadap WNI eks ISIS.
Sontak saja, cuitan Mardani membuat geram Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter @FerdinandHaean3. Ferdinand meminta Mardani untuk berbicara dengan WNI eks ISIS. Menurut Ferdinand, mereka bahkan tidak memberikan keadilan terhadap negara dan rakyatnya. "Hei saudara Mardani Ali Sera, mengapa engkau tidak coba bicara kepada para eks WNI anggota ISIS itu untuk adil terhadap Indonesia dan rakyatnya yang tak mau hidup dalam bayang-bayang ketakutan yang ditebar oleh teroris?" ujarnya.
Lebih lanjut, Ferdinand menyatakan bahwa keadilan yang benar itu ialah menolak WNI eks ISIS untuk kembali menjadi WNI. Sebab, tanpa mereka (WNI eks ISIS) masih banyak WNI yang setia dengan NKRI.
Masa orang yang menebar dan mengancam teror dengan ledakan bom, diberi keadilan. Yang ada, WNI esk ISIS itu harus menjalani hukuman atau reradikalisasi.
Terkait dengan pernyataan PKS yang meminta WNI eks ISIS diberi keadilan. Bisa diduga, PKS punya data lengkap tentang WNI eks ISIS yang melaksanakan teror. Atau PKS mengetahui, membantu, dan membela terhadap kegiatan WNI eks ISIS tersebut?