Baca Juga : Moeldoko: Kampus Harus Menjadi Pusat Kajian Peradaban Bangsa Indonesia
BOLEH dibilang Moeldoko, penjaga utama presiden dari goyangan lawan-lawan politiknya. Masih ingat tentang Koalisi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) merongrong dan melakukan perlawanan ke Jokowi, yang dedengkot utamanya mantan Panglima TNI juga, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Gatot menyatakan bahwa Jokowi harus diawasi secara seirus oleh DPR dan MPR.
Perlawanan Gatot pun dibalas dengan tegas oleh Moeldoko. Terbukti gaung dan mewabahnya KAMI diseluruh Indonesia tidak berdampak yang berarti. Disitu peran Moeldoko mengental sangat kuat. Tetapi keputusan utamanya di tangan Jokowi.
Lalu terkait, Moeldoko ditetapkan di KLB Demokrat Deli Serdang sebagai ketua umum. Lagi-lagi Moeldoko menegaskan Presiden Jokowi tidak terlibat alias pemerintah tidak campur tangan.
Buktinya, Moeldoko kalah oleh keputusan Menkumham. Yang sah (belum final) AHY sebagai ketua Umum Demokrat. Dan Pertandingan final sesungguhnya ada di Lembaga peradilan yang tidak ada interevensi atau campur tangan pemerintah, Pengadilan dan PTUN.
Terkait goncang-gancing tersebut. Moeldoko tetap dipertahankan sebagai KSP. Menurut pengamat politik lulusan UI, Franky Roring ketika dihubungi nawacitapost dalam sambungan WhatsApp (WA), Jumat (23/4/2021). Alasan utama Moeldoko tetap dipertahankan Presiden Jokowi sebagai KSP. Konektivitas dan kepercayaan Jokowi dan Moeldoko yang terbangun sudah lama.
Pengamat Politik Lulusan S2 Ilmu Poltik UI, Franky Roring
Hal lainnya kata Franky, bahwa dengan kalahnya Moeldoko di tingkat Kemenkumham, selain membuktikan Jokowi tidak terlibat dalam KLB Deli Serdang. Sekaligus Jokowi masih tetap menginginkan dan mempercayakan Moeldoko membantunya sebagai KSP.
Memang banyak orang yang ahli menggantikan Moeldoko di KSP, tetapi Jokowi tidak ingin membuang energi besar untuk menyesuaikan dengan KSP yang baru. Maka supaya energi tidak dibuang percuma maka Moeldoko dipertahankan sebagai KSP, jelas Franky.
-
Hal senada disampaikan Wakil ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPP) Jakarta, Faigiziduhu Nduru (FN) ketika ditemui nawacitapost dalam sambungan whatsApp, di tempat berbeda, Jumat (23/4/2021) menyebut bahwa Moeldoko tetap dipertahankan sebagai KSP, karena memiliki leadership yang baik.
Strategi dalam memberi pertimbangan keputusan untuk menghadapi lawan politik dari kalangan baik berlatarbelakang TNI maupun sipil, selain itu juga Moeldoko memiliki kedekatan emosional setelah satu periode jadi KSP, tegasnya.
Lanjut FN, Moeldoko juga selian mantan Panglima TNI, juga lulusan Doktor ilmu politik dari UI, dan menjabat Ketua Umum Ikatan Alumni UI. Loyalitas jangan ditanya sama Moeldoko. Apalagi Jokowi bukan tipe pemimpin yang mudah mengganti pembantunya, jika tidak benar-benar gagal. Sebab, memelihara kesinambungan kinerja positif membutuhkan sosok dan orang yang sama dan tepat.
Yang paling penting Moeldoko memahami arah politik dan visi misi Jokowi baik jangka pendek hingga jangka panjang, terutama untuk kepentingan bangsa.
Apalagi, 2030 sampai 2045 (100 tahun Indonesia Merdeka) banyak perhelatan internasional bergengsi ada di Indonesia. Olimpiade 2032, Piala Dunia Sepak Bola, dan sederat ajang olah raga bergensi lainnya. Dan sudah pasti Indonesia bukan lagi sebagai penikmak atau pelaku konsumen utama barang dari luar negeri, melainkan menjadi pemasok kebutuhan bagi negara luar. Boleh dikatakan Indonesia menjadi salah satu macan Asia mungkin dunia yang kian meroket pertumbuhan ekonominya. Semua ke arah itu, kini sedang dibangun pondasi utamanya oleh Jokowi dan pembantunya termasuk Moeldoko.