politik

Moeldoko : Kembalikan Demokrat Ke Pangkuan Merah Putih

Selasa, 30 Maret 2021 | 12:20 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Sebenarnya saat AHY saat Jumpa pers pada  1 Maret 2021 yang menyebut ada keterlibatan pihak istana dalam kudeta Demokrat. Arah sasarannya Kepala Staf Presiden (17 Januari 2018 - Sekarang), Moeldoko. Moeldoko hanya mengatakan tidak benar dan hanya ngopi-ngopi dengankader Demokrat yang menemuinya, ujar Panglima TNI ke -18  (Agustus 2013 -  8 Juli 2015) dalam jumpa pers  menjawab tuduhan AHY di jumpa pers di tempat berbeda. Artinya niat itu tetap Moeldoko sebagai Kepala  Staf Presiden.

Baca Juga : Moeldoko : Saya Tidak Serta Merta Terima Tawaran Sebagai Ketum Demokrat KLB



Namun, jiwanya menyatakan kebulatan tekadnya. Saat SBY menyebut langsung namanya terlibat dalam isu kudeta Demokrat. “Jangan menekan-nekan saya, “ tuturnya. Kalimat itu menyiratkan  Doktor Ilmu Politik  Universitas Indonesia benar-benar terjadi. Tepatnya, Jumat 5 Maret 2021 dalam KLB Demokrat Deli Serdang, Sumatera Utara dipilih dan ditetapkan peserta KLB sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.



Dalam media sosial Facebook bernama Dr. Moeldoko, bertajuk Moeldoko Menjawab terkait kisruh Demokrat. Berikut pernyataan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke–28  (20 Mei 2013 – 30 Agustus 2013). Saya orang yang didaulat untuk memimpin Demokrat. Kekisruhan sudah terjadi, arah demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh Demokrat. Ada situasi khusus dalam perpolitikan nasional. Terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024. Pertarungan ini terstruktur dan gampang dikenali, ini menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga : KLB Demokrat, Pemilik Suara Sah Pilih Moeldoko Sebagai Ketua Umum 2021 -2025



Ada kecenderungan tarikan ideologis itu terlihat di tubuh Demokrat, jadi ini bukan sekedar menyelamatkan Demokrat, tapi juga menyelamatkan bangsa dan negara.

Itu semua berujung pada keputusan saya menerima permintaan untuk memimpin Demokrat, setelah tiga pertanyaan yang saya ajukan kepada peserta KLB yang saya ajukan. Dijawab dengan baik oleh rekan-rekan sekalian.

-
Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang, Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko.

Pertanyaan yang pertama adalah. Apakah KLB ini sudah sesuai dengan  AD ART?  Pertanyaan yang kedua. Seberapa serius Kader Demokrat meminta saya memimpin partai ini? Dan yang ketiga adalah, bersediakah kader Demokrat bekerja keras, dengan integritas demi merah putih di atas kepentingan pribadi dan golongan? Dan semua pertanyaan itu dijawab oleh peserta KLB dengan gemuruh maka baru saya membuat keputusan.

Terhadap persoalan yang saya yakini benar dan itu atas otoritas pribadi yang saya miliki, maka saya tidak mau membebani Presiden.

Saya juga khilaf, sebagai manusia biasa, tidak memberitahu kepada istri dan keluarga, atas keputusan yang saya ambil  Saya terbiasa mengambil risiko seperti ini, apalagi demi kepentingan bangsa dan negara. Untuk itu, jangan bawa-bawa Presiden untuk persolan ini.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB