politik

SBY Ambil Alih Demokrat Demi AHY, Deklarator (Damrizal CS) Melawan

Senin, 22 Februari 2021 | 17:58 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Saat  orde baru  (Presiden Soeharto) berkuasa, Susilo Bambang Yudhoyono  karier militernya sebagai Pangdam II/Sriwijaya (1996-1997) sekaligus Ketua Bakorstanasda, kemudian Asospol / Kassospol ABRI sebelum Mei 1998. Era reformasi kariernya terus menanjak sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999), Menteri Pertambangan lan Energi (sejak 26 Oktober 1999) Menteri Koordinator Politik Sosial Keamanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid, dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan era Presiden Megawati Soekarnoputri, tapi mengundurkan diri 11 Maret 2004.

Baca Juga : AHY Kirim Surat Ke Istana Soal Kudeta Partai, Jokowi Resmikan Bendungan Tukul – Pacitan



Pengunduran diri SBY sebagai menteri, menurut Megawati ada sinyal kuat untuk mencalonkan diri sebagai Capres 2004, sebab SBY saat ditanya Mega tidak menjawab terang-terangan akan menjadi Capres.  Itu adalah awal perseteruan abadi SBY dan Megawati.

Jejak digital politik SBY terendus dan terbukti menjadi satu dari 99 deklarator Partai Demokrat (PD). Lewat PD, SBY menang Pilpres berpasangan dengan Jusuf Kalla. Megawati yang kalah di Pilpres 2004, diam saja. Rupanya kekalahan Mega itu sebagai catatan perjalanan politik yang diberi garis tebal. Tak ada pernyataan Mega yang menyerang SBY. Anak buahnya (kader PDIP) pun disarankan mengkritik SBY harus dengan solusi yang konstruktif, tak boleh asal-asalan.

Selama menjadi Presiden dua periode, SBY banyak menorehkan kebijakan yang pro dan kontra juga. Rupanya rasa presiden ditularkan SBY kala menjabat Ketua Umum PD pada kongres ke 4. Penularan rasa presiden di Demokrat diwujudkan ke Anak tertuanya Mayor TNI (Purn) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan bungkusan kongres ke 5 PD, Sentul Bogor Mei 2020.

Perbedaan tajam atau bisa disebut perselisihan memanas yang juga bisa dibilang perlawanan mulai terjadi, perihal AHY sebagai nakhoda Demokrat. Marzuki Alie, Damrizal dan sederet deklataror PD lainnya mempertanyakan keputusan SBY memilih AHY dengan aroma setingan kongres tersebut. Ternyata situasi memanas dua kubu itu terus berlanjut,  bukan hanya saat AHY menggelar jumpa pers 1 Februari 2021 yang menyeret nama Presiden Jokowi  soal kudeta Demokrat, lagi-lagi kebiasaan tak matang dan tak cerdas AHY meralat jumpa pers 1 Februari 2021  yang disampaikannya 3 hari setelah Jokowi meresmikan bendungan tukul di Pacitan.

Damrizal Mantan Wakil Komisi Dewan Pengawas (Dewas) DPP sekaligus pendiri Partai Demokrat HM Darmizal MS,  menyebut AHY tidak konsisten dengan pernyataannya sendiri. "Sebelumnya menuding sekarang klarifikasi. Ketua umum yang masih sangat mentah dan grasa-grusu dalam bertindak," kata pria kelahiran Sumatera Barat ini.  Bahkan secara tegas Damrizal  menyebut SBY lah yang telah mengambil Partai Demokrat dari para pendirinya untuk dijadikan partai dinasti (AHY jadi Ketum PD).

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB