politik

Eko Kuntadhi : Yahya Waloni Sosok Penceramah Psikopat Yang Berbahaya Bagi NKRI

Rabu, 17 Februari 2021 | 17:02 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Saat mengendarai mobil di Riau, Yahya Waloni sengaja menabrak anjing yang tidak  mengganggunya. Bahkan peristiwa  itu diceritakan  kepada jemaahnya dengan rasa bangga. Yahya, berkata bahwa anjing itu najis dalam ucapannya di hadits TV, begitu penjelasan Eko Kuntadhi yang disampaikan dalam chanell Youtube Cokro TV.

Baca Juga : GAR ITB Laporkan Din Syamsuddin



Eko Kuntadhi menyebut Yahya Waloni pendakwah yang selalu berbuat ulah. Kali ini anjing sengaja ditabraknya. Yahya,  jelas-jelas menceritakan perilaku biadabnya, dihadapan para pendengarnya.

Menurut kisahnya, Yahya sengaja  menabrak  seekor anjing dalam perjalanan ke Riau. Eko membayangkan sosok lelaki  seram seperti Yahya lagi menyetir  mobil,  lalu ada anjing menyeberang, bukan mengerem mobil yang dilakukan malah pedal gas yang diinjak. Anjing itu tulangnya remuk, dan tak mampu berdiri lagi.

Baca Juga : Meredam Latihan Teroris, Korem dan Polda Perlu Ada Di Kepulauan Nias



Yahya Waloni bangga menceritakan  kebiadannya itu dihadapan pendengarnya.  Ceramah atau dakwah Yahya Waloni memang hanya berkutat pada kebencian ajaran  agama lamanya dia. Sepertinya, rasa berbeda disertai kebencian menempel kuat pada diri Yahya Waloni.  Hanya itu modal jualan ceramahnya yang kerap didengungkan.

Eko Kuntadhi

Eko Kuntadhi menegaskan, ceramah yahya Waloni yang selalu mengubar kebncian kepada umat agama lain jangan menjadi kebanggaan umat Islam. Yahya tak pantas dan tak layak disebut sebagai pendakwah  yang menyuburkan kesejukan toleransi Bhinike Tunggal Ika dan menebarkan kasih. Lebih tepatnya dicap sebagai penceramah bersosok  psikopat, tegas Eko  yang ditujukan ke Yahya.

Psikopat kepada Yahya Waloni  tepat disematkan, karena deretan kebenceian yang berjejer  pada diri dan ucapannya. Yahya menyebut Megawati supaya cepat mati, lalu Tuan Guru Bajang (TGB) Gubernur NTB 2008 -2013, dan 2013 -2018, dikatakan sebagai Tuan Guru Bajingan (TGB), padahal secara ilmu dan kerafian berdakwah jauh banget anytara TGB dan YW, bagaikan  lagit dan comberan, tandas Eko penggiat media sosial dan pengamat sosial politik Indonesia yang  juga penulis buku  “Para Penyembah Petromaks.”

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB