politik

Membumikan Pancasila, KNPI :  Salah Satunya Kehadiran BPIP

Senin, 16 November 2020 | 11:15 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Pancasila merupakan perekat buat beragam suku, agama, antar golongan, dan adat istiadat. Kehadiran Dasar Negara ini tak perlu diragukan lagi. Membentuk organisasi massa (Ormas), apalagi organisasi politik (Orpol) syaratnya harus mencantumkan Pancasila sebagai pijakan organisasi itu bisa melangkah dan menyejukan alam demokrasi Indonesia.

Baca Juga : Gandeng Komunitas Budaya, BPIP Berharap Nilai – Nilai Pancasila Membumi



BISA dibayangkan, jika Ormas dan Orpol tak mencantumkan Pancasila. Ideologi dan kehendak masing-masing  dalam pengurus organisasi tersebut  saling mengklaim dan pendapatnya yang paling benar. Bahkan, mungki harus dilaksanakan.

Dicantumkan dan diharikannya Pancasila dalam syarat itu. Bisa menjadi penyelaras perbedaan pendapat. Sehingga yang kalah dalam perbedaan pendapat dihargai, yang menang pun tidak semena-mena. Karena keputusannya  yang dikeluarkan organisasi itu sudah sesuai serta seirama dengan cita-cita kepentingan negara.

Jika, sebelum tahun  1998. Pancasila hadir karena dominannya negara berbuat sesuak hati. Maka era kali ini. Negara melibatkan masyarakat dalam memutuskan keputusan-keputusan kepentingan publik.  Dengan parameternya nila-nilai Pancasila termaktub dalam kesepakatan bersama masyarakat  tersebut.

Negara dalam hal ini Presiden Jokowi ingin menghadirkan Pancasila  yang mana masyarakat harus terlibat penuh. Maka melalui Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) hadir dan ada. Sejumlah tokoh bangsa, agama, cendekiawan dihadirkan. Presiden ke lima, Wakil Presiden ke enam, Ketua Umum NU, Ketua Umum PP Muhammadiyah, KWI, PGI, Hindu, Budha, dan Konghucu ada dalam Perpres ini.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai ormas pemuda dari beragam agama, suku, dan adat  istiadat. Bulan Juli 2020, bertandang ke kantor BPIP di kompeks Istana Presiden.

Dipimpin Sekjen KNPI Addin Jauharudin  turut serta juga Aliya Sayuti (HMI), M. Ikhsan (BM Kosgoro), Narendra Kiemas (BMI), Zieko CH. Odang (Gapura), Sahat   Sinurat (Sekum GAMKIi) dan Kaka Hanifa (PMII).

Rombongan KNPI disambut hangat Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, Wakil Kepala Hariyono dan Sekretaris Utama, Kardjono.

Secara tegas Addin menyebut  kehadiran BPIP sangat strategis. BPIP diharapkan  bisa menjadi payung kelembagaan dalam mengatur ritme membumikan Pancasila di Indonesia.

Sahat Martin Philp Sinurat Ketua Umum GMKI (20116 - 2018), dan Sekum GAMKI (2019 -2022)

Sedangkan Sekum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat ketika dihubungi nawacitapost melalui sambungan WhatsApp pribadinya, Senin (16/11/2020) menyambut baik hadirnya BPIP. Walaupun baru 2 tahun, sudah berbuat  banyak bagi ormas pemuda dan mahasiswa. Tantangan  yang kami hadapi pun dalam keagamaan sangat dibantu oleh lembaga ini. Pokoknya segala permasalahan bisa teratasi, jelas Ketua Umum GMKI periode 2016 – 2018 yang juga alumni ITB.

 

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB