politik

Rencana Erji Kampanye di Posko Pandegiling, Keluarga Pak Tjip Keberatan

Jumat, 13 November 2020 | 23:33 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Pasca kemunculan gerakan masyarakat yang mengatasnamakan diri 'Banteng Ketaton' atau barisan kader dan simpatisan PDI-P yang kecewa, memang sempat membuat panas telinga pendukung Eri Cahyadi-Armuji sebagai Paslon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya. Apalagi dalam deklarasi balik arahnya, 'Banteng Ketaton' digelar tepat didepan bekas posko PDI Pro-Mega di Pandegiling milik (Alm.) Ir. Soetjipto atau pak Tjip yang pada waktu itu adalah pelopor gerakan Pro-Mega.


Beberapa hari kemudian, disusul pernyataan dukungan Jagad Hari Seno yang notabene adalah putra Pak Tjip dan juga kakak kandung dari Whisnu Sakti Buana Wakil Walikota Surabaya sekarang kepada Paslon nomer 2 Machfud Arifin-Mujiaman.


Disaat suasana memanas, tersiar kabar bahwa kegiatan kampanye Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Eri Cahyadi-Armudji (Erji) akan diselenggarakan di Posko Pandegiling, namun rencana tersebut mendapat reaksi Jagad Hari Seno.


Dalam hal ini, Jagad Hari Seno yang juga kakak kandung Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana ini mengaku keberatan jika kegiatan Erji digelar di halaman Posko Pandegiling tersebut.


"Sebagai keluarga menyampaikan keberatan dipakai acara kampanye atau apapun itu," ujarnya kepada media, Kamis (12/11/20).


Memang, Posko Pandegiling sudah diamanatkan sebagai aset partai, namun menurut mas Seno sapaannya, pihak keluarga Pak Tjip meminta agar acara tidak dilakukan di halaman posko sehingga tidak menimbulkan konflik lebih dalam di internal keluarganya, ujarnya.


Seno melanjutkan, pada saat deklarasi Banteng Ketaton dilakukan di luar Posko Pandegiling dan disitu ada pernyatakan dukungan pada Pasangan Calon (Paslon) Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno. " Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kegiatan itu. Karena dilakukan di luar halaman posko," ungkapnya.


Diketahui, Posko Pandegiling yang saat itu merupakan sebuah kantor milik Pak Tjip, yaitu CV Bumi Raya. Kala itu, Pak Tjip masih aktif sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Namun, saat terjadi gunjang-ganjing di tubuh PDI, posko di Jalan Pandegiling Nomor 233 ini dijadikan sebagai Posko Pro-Meg pada 1997-1998 lalu.


Disitupun masih terlihat prasasti menandakan pergerakan PDI Pro-Mega yang diresmikan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada 2001.


"Saat ini biarlah Posko tetap netral dan kami keluarga meminta agar tidak digunakan kampanye di halaman," tandas Seno. (*)

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB