Surabaya NAWACITAPOST - Debat publik perdana yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya 2020 berlangsung panas. Dari awal hingga closing statment, kedua pasangan calon (Paslon) sudah saling beradu gagasan memaparkan semua program-program andalannya serta saling bertanya satu sama lain sesuai dengan arahan moderator.
Dalam hal ini, Moch. Badarudin Sekretaris bidang Eksternal Tim Pemenangan Machfud Arifin - Mujiaman memberikan apresiasi kepada para Panelis yang sudah cukup bagus dalam merancang pertanyaan-pertanyaan kepada para paslon dalam debat publik yang diselenggarakan di hotel JW Marriot tadi.
Menurut Badar sapaannya, dari hasil keseluruhan debat yang menjadi catatannya adalah Paslon nomor 1 selalu membawa nama Tri Rismaharini Walikota Surabaya, sehingga Ia menilai tidak ada kemandirian sebagai Calon Pemimpin. Berbeda dengan Paslon nomor 2 yang memberikan satu data faktual dilapangan melalui program yang telah dituangkan dalam Visi misinya.
Terkait beberapa sesi dalam debat tadi, Badar juga memberikan catatannya. Yang pertama, adalah tentang penanganan Pandemi Covid-19. Memang hal ini menurut Badar adalah masalah global, namun khusus di Surabaya kasus orang meninggal karena Covid sudah diatas 1.100 orang dan menjadi peringkat pertama terbanyak Nasional. " Ini cukup besar, artinya antisipasi dan layanan kesehatan dari Pemerintah kota seperti yang dijelaskan Paslon nomor 1 ternyata kurang maksimal," ujarnya usai mengikuti debat publik di JW Marriot, Rabu (4/11/20).
" Untuk test Swab di Puskesmas kan baru belakangan ini diprogramkan oleh Pemkot Surabaya," kata pria yang juga menjabat sebagai sekretaris DPW Partai Perindo Jawa Timur ini.
Penjelasan Paslon 1, bagi Badar adalah mengekor dengan apa yang dilakukan Bu Risma.
Yang kedua, Badar juga mencatat paparan APBD 10 Triliun dari Paslon 1. Dari anggaran yang besar tersebut ternyata tidak ada pemerataan dalam pembangunan di kota Surabaya seperti yang disampaikan Paslon nomor 2. " Anggaran yang besar tersebut harus digunakan berdasarkan prinsip keadilan sehingga tidak terjadi ketimpangan kemakmuran diantara warga Surabaya sesuai yang disampaikan Paslon nomor 2," kata Badar.
Berikutnya adalah banyak lahan-lahan yang tidak termanfaatkan oleh Pemkot Surabaya salah satunya seperti area THR yang luasnya sekitar 17 hektar. " Bagi saya itu mubazir, seharusnya bisa menjadi sumber pendapatan yang besar. Ada juga Pasar Turi dan pasar Tunjungan yang saat ini menjadi 'Pasar Turu'. Kalau keduanya dimanfaatkan dengan baik, tentu akan memberikan kesempatan puluhan ribu pedagang sekaligus menciptakan berpuluh-puluh ribu tenaga kerja," urai Badar kepada Nawacitapost.
Yang keempat adalah terkait surat ijo. Dalam debat, Paslon nomor 1 mengatakan jangan mempolitisasi warga surat ijo. Disini Badar kembali bertanya, siapa sesungguhnya yang mempolitisasi. " Selama 20 tahun PDI-P memimpin termasuk 10 tahun dipimpin Risma, tidak ada solusi untuk warga surat ijo. Jadi jangan salahkan Warga Surat Ijo bila kali ini mendukung Machfud-Mujiaman yang berani membuat satu komitmen untuk menyelesaikan masalah surat ijo minimal melalui penghapusan Restribusi saat proses berlangsung," tegasnya.
Yang terakhir adalah tekait millenial khususnya para Bonek. Badar mengingatkan bahwa klub kebanggaan kota Surabaya yakni Persebaya, di Pemerintahan saat ini tidak diberi ruang di Surabaya. Bahkan pernah terjadi gugatan terkait kepemilikan mess Persebaya di Karang Gayam.
" Kita bicara faktual yang terjadi di Surabaya, dalam hal ini Machfud Arifin sudah menyiapkan solusi untuk pembinaan olah raga di Surabaya khususnya Persebaya sebagai klub kebanggaan masyarakat Surabaya termasuk pembangunan sarana dan prasarana olah raga. Saya rasa teman-teman Bonek sudah melihat karena ini adalah isu publik dan bisa menentukan pilihannya nanti kepada Machfud Arifin-Mujiaman," paparnya.
Jadi, masih Badar, dalam debat publik perdana tadi dinyatakan, MA-Mujiaman yang berdasar faktual punya entri lebih dari pada seterunya yang hanya berdasar textual. " Saya menghimbau kepada masyarakat Surabaya, pada 9 Desember nanti beramai-ramai datang ke TPS, Coblos nomor 2 Machfud Arifin-Mujiaman," tandasnya. (BNW)