Baca Juga : Gatot Dan Din Pengecut? Demo Buruh Dibiarkannya
SEDANGKAN demo kedua, sepertinya Anies belum menghitung kerugiannya. Penangkapan dan pelepasan pelajar serta mahasiswa dilakukan aparat kepolisian sehari sesudahnya. Penggerak demo atau aktor intelektualnya. Berdasarkan keterangan Mabes Polri yang ditangkap dan ditahan yang semula 8 bertambah 1 menjadi 9 orang dengan peran yang berbeda. Mereka itu ada yang di struktur KAMI dan jejaringnya.
Hasutan dan nada ujaran kebencian menjadi alasan polisi melakukan penahanan terhadap orang-orang itu. Bahkan polisi berani memajang mereka dengan mengenakan baju tahanan warna oranye. Dan disiarkan media TV nasional. Raut muka mereka itu sepertinya tak ada penyesalan. Nampak dalam tayangan berbagai TV senyum dan ketawa yang terpancar.
Rencananya, demo ketiga akan berlangsung hari ini (Jumat, 16/10/2020). Temanya pun sama menolak UU Cipta Kerja. Seperti beredar dalam selebaran dan sudah diketahui aparat kepolisian, demo ini mengepung Istana Negara. Dengan tujuan menurunkan Jokowi dari jabatan Presiden.
Hal itu senada dengan ungkapan dosen Universitas Indonesia, Ade Armando dalam akun Twitternya @AdeArmando1 dengan judul Seruan Aksi Serbu Ibukota Jakarta, dengan adanya ajakan kepung Istana Negara. Jadi "Ini beneran mau bela buruh atau mau gulingkan Jokowi ya?" kata Ade dalam akun twiternya.
Sepertinya demo yang ketiga ini, jika terjadi. Merupakan rencana dari gagalnya demo pertama dan kedua. Yang tujuan utamanya tidak berhasil menggulingkan Presiden Jokowi. Yang ada malah hujatan dan cacian dan masyarakat kebanyakan terhadap pendemo berbuat anarkis itu.