Jakarta, NAWACITAPOST- Tentara Nasional Indonesia disingkat TNI adalah milik seluruh rakyat Indonesia, Tugas utamanya menjaga kedaulatan negara Indonesia. Kiprahnya bukan hanya dikenal di Indonesia, Di dunia pun sudah mengenalnya. Menjaga perdamaian dunia kerap diembannya. Usianya pada hari ini, 5 Oktober 2020 genap 75 tahun. Itulah kebanggaan kita sebagai rakyat dan bangsa Indonesia.
SUDAH banyak jasanya bagi tanah pertiwi ini. Presiden kedua dan keenam adalah lulusan militer atau tentara. Yang purnawirawan dari jaman orde lama, orde baru dan orde reformasi sudah banyak bertugas di eksekutif sebagai menteri, legislatif (parlemen), kesehatan, dan tugas-tugas publik lainnya. Semuanya itu dijalani dengan penuh tanggung jawab.
Menumpas G 30 S PKI, dan pemberontakan lainnya yang terjadi di Indonesia berhasil dilaksanakannya. Peribahasa yang menyatakan seribu teman kurang, satu musuh kebanyakan. Nampaknya tepat disematkan kepada TNI.
Hampir seluruh rakyat Indonesia merasa bangga menjadi bagian dari TNI apalagi sebagai TNI. Maka, jasa mereka bukan hanya ada saat melekat dan bertugas sebagai tentara. Ketika, purna tugas pun tetap jasanya terus berkibar. Itu idealnya.
Namun, ada juga sekelompok purnawirawan yang kebanggaan dan pamernya hanya ditujukan kepada komunitas tertentu. Seperti yang dilakukan kelompok KAMI dari unsur purnawirawan dengan menggandeng Purnawirawan Pengawal Kedaulatan (PPK).
Kebanggaan yang dipertontonkan KAMI di Taman Makam Kalibata. Membuat ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI/Polri (Pepabri), Agum Gumelar gusar, marah dan berucap, bahwa purnawirawan jangan menjadi kebanggan sekelompok orang. Harus bagi semua rakyat Indonesia. Yang jelas, bahwa Purnawirawan Kopassus bukan milik kelompok KAMI
Terkait dengan ziarah dan tabur bunga KAMI, sepertinya Gubernur Jakarta, Anies Baswedan tak menegur tertulis atau melaporkan kelompok ini ke aparat kepolisian karena saat gelaran itu PSBB masih berlaku di Jakarta, dan tujukan kepasa siapa saja, tanpa kecuali.