politik

Ziarah Itu Tujuannya Mulia, Dinodai Oleh Pemaksaan Kehendak

Senin, 5 Oktober 2020 | 11:24 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Lagi-lagi KAMI buat ulah. Ziarah dan tabur bunga  di Taman Makam Pahlawan (TMP) dijadikan alasan kegiatannya. Tujuan utama sebenarnya adalah orasi dan menyampaikan pesan gerakan politiknya. Ketika di sejumlah daerah, deklarasi KAMI di bubarkan paksa oleh rakyat. KAMI masih menyatakan di zolimi dan adanya orang-orang bayaran di tubuh yang membubarkan gerakan KAMI.

Baca Juga : Mensos Juliari P. Batubara Serahkan 4 Kendaraan Penanggulangan Bencana kepada Kopassus TNI AD


Seperti biasa dedengkot KAMI,  Gatot Nurmantyo diminta oleh senior purnawirawan untuk menjadi Inspektur Upacara tabur bunga dan ziarah, Gatot pun menanyakan ijin sudah didapat. Purnawirawan dari angkatan laut itu menyampaikan, sudah kepada Gatot.  Segeralah Gatot meluncur ke  TMP Kalibata. Begitu turun dari mobil, Gatot mengenakan baju sipil dan topi baret merah dengan gambar bintang 4 yang menempel ditopinya itu.

Hal inilah yang membuat Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI/Polri (Pepabri) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar mengkritik sekelompok orang yang menyebut dirinya Purnawiran Pengawal Kedaulatan (PPK). PPK ini ziarah dan tabur bunga tanpa izin dari Kemensos, dan melanggar aturan Pembatasan Skala Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan.

Sudah tepat teguran dari Ketua Pepabri tersebut. Seharusnya hal yang sama, bahkan lebih keras diterapkan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan kepada kelompok KAMI. Namun, sampai pasca ziarah dan tabur bunga dari kelompok. Belum ada pernyataan dari Anies. Padahal PSBB Jakarta berlaku pada 5 Oktober 2020 - 19 Oktober 2020, berarti pada waktu PSBB tidak boleh ada kerumunan, apalagi unjuk rasa. Sedangkan KAMI menggelar acara itu, pada 2 Oktober 2020. Sebenarnya, ziarah itu tujuannya sangat mulia, tapi dinodai oleh pemaksaan kehendak sekelompok orang.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB