Anies Baswedan : Peraturan Cukup Dibaca, Desakan Pendukung Dilaksanakan
Banyak orang termasuk pengamat dari kubu netral dan juga pendukung Ahok mencibir dan mengatakan bahwa Anies ngawur dan salah. Namun, ucapannya sengaja Anies tabur demi menuai suara dengan politik identitasnya. Ucapan Anies itu berarti tidak menggusur warga dibantaran kali ciliwung. Warga sekitar kali pun berbondong-bondong mendukung suami Fery Farhati. TPS di sekitaran bantaran kali pun di menangkan Anies.
Hal lainnya. Saat meraup suara. Anies dibantu Polmark (Lembaga Survei Politik milik Eep Saefulloh Fatah) saat kampanye pilkada Jakarta, mencanangkan dan mengembangkan politik identitas. Titahnya masjid menolak jenazah warga muslim pendukung Ahok.
Dua titah tersebut membuat Anies menjadi orang nomor satu Jakarta. Tiga tahun setelah berkuasa ayah dari Mutiara Annisa sadar dan mulai berusaha membaca buku petunjuk yang benar. Tak peduli tuduhan yang mengarahnya dikatakan menelan ludahnya sendiri. Dirinya tak ambil pusing.
Dua titah saat kampanye segera diperbaiki. Perbaikannya, bahwa air itu selain dimasukan ke dalam tanah. Juga perlu disalurkan melalui gorong-gorong raksasa. Pembebasan lahan seluas 5 hektar diminta Anies. Anak buahnya pun diperintahkan untuk melaksanakannya. Kemudian masjid pun boleh menshalatkan jenazah warga muslim
Kesadaran Anies itu ada sebabnya. Konteksnya modal menuju 2024. Mantan Rektor Universitas Paramadina itu ingin membangun citra positif bagi semua kalangan.
Jelasnya, Anies itu suka membaca, tahu mengucapkan mana yang benar dan tidak, Namun, itu menjadi konsumi pribadinya. Yang penting dirinya bisa menjadi orang penting (harapannya sih Presiden). Sehingga, segala cara pun dilakukan.