Baca Juga : PDIP : Anies Baswedan Tidak Punya kemauan untuk membantu Warga Jakarta
Anehnya Gubernur Jakarta Anies Basewedan hanya merujuk pada pasien bertambah, bukan pada penyebab yang dijinkannya tersebut. Akibatnya rumah-rumah sakit di Jakarta sudah kewalahan menerima pasien yang banyak itu.
Karena kewalahan, suami dari Fery Farhati menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total pada Senin, 14 September 2020. Penerapan itu kata ayah dari Mutiara Annisa sudah didukung Muspida.
Pemerintah pusat tak dilibatkan dalam penerapan PSBB ini. Padahal sudah disepakai bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah bahwa untuk menerapkan PSBB Kewenangannya ada pada Menteri.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyouno mengatakan bahwa PSBB totlal sepihak ini telah melanggar peraturan kedaruratan. Maka layak dan pantas Anies dinonaktifkan dari jabatan gubernur DKI Jakarta.
Hal senada disampaikan Politisi PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul biasa disapa si Poltak mendesak Anies mundur dari jabatannya sebagai Gubernur. Bahkan dengan meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turun tangan membenahi Jakarta. Pasalnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini tak mampu memimpin sebagai Gubernur Jakarta.
Bahkan mantan politisi Demokrat ini menuding bahwa penolakan 59 Negara menolak WNI, ulahnya Anies juga. Termasuk IHSG anjolk juga, tegas si Poltak.
Pernyatan seirama juga disampaikan Walikota Bogor yang juga politisi PAN, Arya Bima yang ikut rapat dan sejumlah Kepala Daerah penyangga Jakarta bersama Gubernur Jakarta, bahwa belum ada kesepakatan mengenai PSBB Total itu. Sebab keputusan yang dibuat itu belum dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.
Memang langkah-langkah itu sudah disampaikan Pak Anies, namun kami meminta untuk dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.
Jika Anies betul-betul nekad menerapkan kebijakan itu. Maka Anies bisa disebut melakukan strategi menghancurkan Jakarta. Rakyat Jakarta sudah pasti terkena dampak buruk. Pengusaha Mall pasti merugi dengan jumlah banyak. Pengangguran semakin merajalela. Kejahatan juga bertambah. Walaupun Anies menggelontokan bansos. Hal itu tak cukup menolong warga Jakarta.
Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria
Seharusnya rapat bersama kepala daerah penyangga yang tak menghasilkan keputusan berarti itu, serta banyaknya penolakan dari pelaku dunia usaha, dan para pengamat sudah bisa dijadikan nasib Anies diujung tanduk atau dipecat dari orang nomor satu Jakarta. Jika terjadi, maka Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria, politisi Gerindra tepat jadi Plt Gubernur Jakarta.