Jakarta, NAWACITAPOST- Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani berharap bahwa Sumbar mendukung negara Pancasila. Pernyataan cucu dari Presiden pertama, Soekarno itu diucapkan saat mengumumkan secara resmi pasangan calon untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), pada Selasa, 2 September 2020 di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta.
Orang Minang mendesak Puan meminta maaf, belajar sejarah dan jangan mengulangi pernyataan itu lagi.
Ternyata pernyataan Puan mendapat dukungan dari penyebar akal sehat yang berjiwa Pancasila serta ber-Bhineka Tunggal Ika, Ade Armando. Ade menyoroti soal indeks Kota Toleran, Padang termasuk dalam kelompok lima wilayah paling intoleran di Indonesia. Selain itu, beberapa bulan yang lalu, Gubernur Sumbar melarang aplikasi Injil berbahasa Minang. Berdasarkan informasi yang diterima Ade, Gubernur Sumbar melakukannya karena desakan para pemuka agama di sana.
Keputusan Gubernur Sumbar untuk melarang aplikasi Injil berbahasa Minang, kentara kental nuansa intoleransinya, kata Ade menegaskan.
Banyak keganjilan dan hal aneh yang diterapkan Gubernur Sumbar terkait keputusan atas desakan pemuka agama dan adat. Mereka ini selalu berlindung dalam prinsip 'Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah, yang artinya menegakkan adat yang bersendikan syariah, tandas Ade.
Ini yang Membuat Indonesia Maju
Sebagai negara Pancasila yang ber-Bhineka Tunggal Ika seharusnya Sumbar membuang jauh-jauh sikap yang tidak majemuk ini. Pasalnya, jika ini dibiarkan selain merusak citra negatif Indonesia dimata dunia. Juga berpotensi mengkhianati Pancasila.
Sehingga dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika adalah kunci Indonesia maju dalam berbangsa dan bernegara.