Baca Juga : Luar Biasa! Produk Indonesia Berkembang, Indonesia Ekspor 4,82 Ton Kopi ke China
Anak dari pasangan (alm) Wijiatno Notomiharjo dan (alm) Sujiatmi itu melaksanakan janjinya berkunjung ke Tiongkok atau China. Kunjungannya terkait bisnis dan perdagangan. Ternyata membawa hasil dan manfaat luar biasa.
Tiongkok membutuhkan Kelapa sawit, Nikel dan pertambangan lainnya. Demikian pula Indonesia membutuhkan transportasi (MRT dan kereta cepat Jakarta - Bandung) serta infrastruktur lainnya. Perdagangan yang mutualisme (menguntungkan kedua atau yang terkait) itulah yang diterapkan alumni Universitas Gadjah Mada tersebut.
Rupanya kedekatan Jokowi dengan Presiden Xi Jinping membuat gerah Amerika. Maklum selama 32 tahun lebih, mulai Presiden ke 36 sampai ke 45 Amerika (Lyndon Johnson sampai Donald Trump) dimanjakan dengan menempelnya Presiden kedua Indonesia, Soeharto berkiblat ke negeri Paman Sam tersebut. Sebenarnya langkah dan tindakan suami dari Iriana hanya berpikir logis dan pertimbangannya secara profesional.
Untuk menempel dan kemudi itu tetap diarahkan ke Donald Trump, maka Pemerintah Amerika perlu melakukan tindakan secara halus, bila tak berhasil, maka cara kasar dilakukan seperti saat 1965 kepada Indonesia.Hal ini normal karena potensi besar yang dimiliki Indonesia.
Merujuk pada jaman Soekarno? Yang dijatuhkan 1965, karena ayah dari Megawati Soekarnoputri ini tidak mau didikte atau diatur. Padahal Soekarno tidak berpihak ke barat dan timur. Tepatnya Non blok pilihan Soekarno.
Namun entah dari mana isu Soekarno dekat dengan PKI dan dekat Tiongkok. Ternyata cara ini yang menjatuhkan kakek dari Puan Maharani sebagai Presiden pertama. Barat terutama Amerika tidak suka dengan cara sang proklamator itu bertindak.
Era Jokowi, Amerika mulai menghembuskan isu bahwa ayah dari Kahiyang Ayu ini dekat dengan Tiongkok . Tiongkok sebagai Komunis sengaja dilabelkan oleh Amerika ke para kelompok yang tidak suka kepada kakek dari Jan Ethes, Sedah Mirah Nasution, La Lembah Manah, dan Panembahan Al Nahyan Nasution. Memang ada goyangan dan rongrongan, namun berhasil diatasi dengan baik oleh mantan Walikota Solo.
Sebab Freport, blok Rokan Newmont Nusa Tenggara yang milik Amerika, secara perlahan-lahan mulai diambil alih negeri Pancasila.
Padahal mantan Gubernur Jakarta ini sedang tidak memilih akrab dengan Amerika ataupun ingin bermesra dengan Tiongkok. Melainkan Jokowi sedang berusaha keras membuat Indonesia disegani dan lebih maju.
Orang nomor satu Indonesia ini datang sebagai pemimpin yang mengubah paradigma santai itu. Tak ada dendam atau pendendam dalam sosoknya serta tak punya beban masa lalu membuat langkahnya bekerja untuk memajukan Indonesia benar-benar dirasakan rakyat Indonesia. Baik yang memilih dan tak memilihnya diperlakukan sama. Sepertinya Amerika iri Indonesia kuat bersama China, sehingga merebak isu Jokowi komunis