politik

Anaknya Masuk Tiga Besar Pencalonan Pilkada Surabaya, Risma Serahkan Ke DPP PDI Perjuangan

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 10:55 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Perebutan orang nomor satu Kota Surabaya periode 2020 - 2025 semakin ramai disertai dengan suhu politik yang menghangat.

Baca Juga : DPP PDIP : Tidak Boleh ada Satu Orang Pun yang Melarang Gibran Berpolitik


Hal ini setelah lima partai politik (PKB, PAN, PPP, Partai Demokrat, dan Partai Gerindra) melakukan deklarasi mengusung mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin sebagai bakal calon Walikota Surabaya.

Kalau Partai Golkar, PKS, Nasdem, dan PSI berkoalisi maka akan memunculkan Paslon juga. Sedangkan PDI Perjuangan bisa mengusung calonnya sendiri. Dengan begitu akan muncul tiga Paslon.

Dari kabar beredar Partai Banteng Moncong Putih Pusat belum menentukan nama yang akan diusung di kota berjuluk Pahlawan. Sepertinya pemilik kuliner baru bernama Bober Cafe juga belum disebut namanya oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputeri atau Ketua PDI Perjuangan Bidang Politik Puan Maharani.

Soal nama yang akan diumumkan oleh DPP. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijoyono optimisme namanya keluar sebelum 4 September 2020.

Soal calon dari PDI Perjuangan memang ada tiga nama yang diusulkan ke DPP PDI Perjuangan. Salah satu namanya adalah Fuad Bernardi. Putra sulung Walikota Surabaya Tri Rismaharini ini siap diusung sebagai calon Wakil Walikota Surabaya.

Fuad adalah lulusan Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Saat Kuliah buka Kuliner Joyoboyo dan ikut nyaleg. Namun kedua kegiatan yang digelutinya belum beruntung.

Jika ditetapkan (direkom DPP PDI-P) sebagai calon orang nomor dua di kota yang terkenal dengan pertempuran 10 Nopmber 1945, kata Fuad dirinya siap untuk memenangkan Pilkada di kota tersebut.

Lebih lanjut dia mengatakan, selama ini sudah sering melakukan blusukan. Lalu, bersilaturahim dengan tokoh masyarakat. Dan terus berkomunikasi, dan sering bertatap muka dengan mereka. Jadi tidak di saat momen Pilkada, ucapnya.

Penentuan nama Fuad sekali lagi berlaku tanda tangan dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan. Sedangkan Tri Rismaharini biasa disapa Risma tidak berlaku tanda tangannya untuk Pilkada tersebut.

Risma sendiri untuk masalah pencalonan anaknya tidak ikut campur tangan.Semuanya diserahkan dan tergantung dari kantor Pusat PDI Perjuangan, tegasnya.

Tags

Terkini