politik

Kepala BP2MI Benny Rhamdani, ASN Anti Pancasila Pecat Saja

Jumat, 14 Agustus 2020 | 16:52 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST-Sapaannya melekat dikalangan aktivis biasa disapa Brani kepanjangan dari Benny Rhamdani.  Saat ini didapuk oleh negara dalam hal ini Presiden Jokowi sebagai Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).


Hal-hal menyimpang apalagi pembangkangan dan pengkhianatan terhadap ideologi negara Pancasila, maka Senator atau DPD RI (2014 - 2019) asal Sulawesi Utara tak akan segan-segan menjatuhkan sanksi yang tegas bahkan memberhentikan  dari jabatan serta mempersilahkan kepada mereka yang ketahuan punya paham pikiran Dan tindakan khilafah untuk segera keluar dari lingkungan ASN  BP2MI.


Itulah penegasan yang disampaikan  aktivis 98 Benny Rhamdani saat penandatanganan dan deklarasi pernyataan kesetiaan terhadap Pancasila dan UUD 1945 di kantor BP2MI, Jakarta, Kamis (13/8/2020).


Mantan Wakil Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Anshor menyatakan  bahwa yang punya paham ideologi lain selain Pancasila siap-siap untuk segera keluar dari lingkungan BP2MI. Bahkan ASN dilingkungan ini ikut terlibat dalam pengkhianatan dan penyebaran ideologi selain Pancasila.


Tidak ada tawar menawar, tidak ada kompromi, tidak ada negosiasi  karena mereka yang terbukti ini telah menyebarkan paham dan pengkhianatan terhadap Pancasila.


Hal lainnya tandas parlemen Sulut 15 tahun sejak 1999 sampai 2014 ini meminta nama-nama ASN di lingkungan BP2MI kepada para  Deputi dan Direktur untuk pegawai yang tidak hadir pada acara deklarasi ini karena alasan yang tidak jelas dan masuk akal agar segera ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Dengan nada yang agak keras suami dari Sri Tanti Angkara bahwa serbuan ideologi transnasional yang merupakan ideologi impor dan barang rongsokan telah masuk dan meresap ke Indonesia melalui medsos, YouTube, Facebook dan WhatsApp serta hal lainnya. Ideologi ini  mencoba merusak sesama anak bangsa.


Bahkan ideologi ini diterapkan open para politisi  busuk dengan cara politisasi agama, politisasi  identitas yang ujung-ujungnya politik mengadu domba atau memecah belah sesama anak bangsa.


Politisi busuk ini  mendapakan kekuasan dengan berbagai cara yang dihalalkan. Atau bisa juga politisi kekuasan dengan memakai jubah keagamaan tujuannya pengkhinatan kepada Pancasila.


Brani  menambahkan saat ini butuh teladan Pancasila dan itu didapatkan dari ethos kerja.


Hal tersebut  bisa tercermin dari para pekerja Migran Indonesia.
Mereka  ini rela berjuang  atas nama keluarga atas nama bangsa dan Negara. Mereka ini bekerja di  negara penempatan, dan mereka bekerja  dengan menyumbangkan devisa yang besar bagi negara.


Pekerja Migran inilah yang sebenarnya secara sungguh-sungguh menjalankan nilai-nilai Pancasila  dalam  keseharian, serta  menjalankannya secara sejati.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB