politik

Meredam Khilafah, BPIP Perlu Ada

Rabu, 29 Juli 2020 | 10:50 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Terlepas adanya perdebatan panjang. Kehadiran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) diperlukan. Pasalnya situasi dan kondisi bangsa saat ini terpantau semakin surut terhadap nilai-nilai kemajemukan dan berujung pada toleransi yang semakin tergerus di era saat ini.

Baca Juga : Khilafah Sudah Merasuk Ke Wakil Rakyat


Jika hal tersebut dibiarkan, persatuan dan kesatuan bangsa bisa terancam oleh ideologi lain. Seperti mulai merasuknya ideologi transnasional yang menginginkan Indonesia sebagai bagian dari kekhalifahan (pro radikal) yang ada pada ormas-ormas tertentu. Makanya supaya itu tidak menular lebih jauh, HTI dibubarkan.

Walaupun HTI sudah bubar namun gangguan kepada Pemerintah tetap ada. Isu PKI mereka lancarkan dengan masif, kemajemukan palsu mereka praktekan, toleransi disyaratkan sesuai dengan keinginan mereka. Pokoknya yang tak sepaham atau mengganggu keberadaan mereka, dengan lantang mereka bubarkan. Pembalasan adalah sah untuk dilakukan.

Seperti yang dilakukan kelompok Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang meminta Badan Pembinaan Ideologi Indonesia (BPIP) dibubarkan. Karena pandangan mereka Pancasila yang ada saat ini bukan Pancasila sebenarnya. Pancasila sebenarnya adalah ada kata syariatnya, tegasnya.



Untuk menjawab  pandangan itu BPIP melalui Wakil Ketua, Hariyono menyatakan bahwa seharusnya PA 212 mendukung lembaganya (BPIP) bila memang sepakat dengan Pancasila. "Terima kasih sudah mendukung Pancasila. Cuma mohon juga kalau mendukung Pancasila, maka lembaga yang punya tanggung jawab atau diberi tugas untuk melakukan sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai Pancasila itu tetap ada dan harus didukung,"  tuturnya seperti dikutip detikcom, Minggu (19/7/2020).

Yang jelas, kami di BPIP punya tugas dan tanggung jawab moral bagaimana nilai-nilai Pancasila tidak hilang dari ruang publik dan harus ada, berkembang serta maju ke arah yang lebih baik," kata Hariyono.

Sehingga nila-nilai Pancasila yang terjabar dalam hal toleransi, kemajemukan, bhineka tunggal ika yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa Indonesia dengan keringat dan darah yang menetes di bumi pertiwi benar-benar ada dan terwarisi kepada generasi saat ini dan sesudahnya.

Kelompok radikal ini akan menyerang dengan berbagai cara. Pecah belah sesama anak bangsa adalah bagian dari kurikulumnya. Menghormati kemajemukan tak berlaku bagi mereka.

Intoleransi sudah biasa mereka lakukan dan sepertinya harus. Yang lebih parah adalah teror berujung kekerasan menjadi bagian yang harus dijalankan.

Makanya penguatan nilai-nilai Pancasila harus terus didengungkan, dikumandangkan, disuarakan tanpa mengenal lelah. BPIP salah satu nada menyampaikan kemajemukan, toleransi dan bhineka tunggal ika itu penting dan berguna.

Setidaknya kehadiran BPIP meredam kelompok khilafah berpikir dua kali melakukan aksinya, bahkan tidak tertutup kemungkinan mempersempit  dan akhirnya terkunci ruang gerak mereka.

 

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB