politik

Tempatkan Ahok Di Pertamina, Cara Jokowi Singkirkan Mafia Migas

Selasa, 28 Juli 2020 | 17:16 WIB
Jakarta,NAWACITAPOST- Salah satu pekerjaan paling berat bagi Jokowi sejak menjabat Preisden 2014 adalah memberantas mafia migas. Harus diakui tidak mudah melawan sistem yang sudah dibangun mafia bertahun-tahun lamanya.

Baca Juga : Jokowi Ahok Basmi Mafia Migas Sembari Buktikan Solar Tak Lagi Impor


Mafia migas memang paling sulit dilawan. Kenapa ? Pasalnya disana melibatkan uang yang sangat besar dan pejabat termasuk elit partai.

Tak tanggung-tanggung keuntungan para mafia ini dalam sehari 3 dolar. Jika Indonesia mengimpor minyak dari negara lain sebanyak 800 ribu barrel.

Berarti keuntungan mafia migas ini mencapai 2,4 juta dollar perhari jika satu dolar adalah 14.000 rupiah berati keuntungan yang didapat 33,6 miliar rupiah. Satu bulan  bisa 1triliun rupiah, setahun mencapai 12 triliun rupiah. Cukuplah untuk modal capres atau menjadikan orang capres asal mafia ini tidak diganggu.

 

Memang keuntungan satu triliun rupah perbulan itu harus dibagi sebesar 30 persennya ke pejabat dan partai. Ini yang menjadikan si mafia migas kuat sekali. Siapapun yang mau menghancurkan mereka, akan dihancurkan duluan dengan lobi-lobi politik.

Jokowi pun sudah banyak menugaskan orang kepercayaannya untuk memberantas mafia ini. Salah satunya berhasil membubarkan Petral. Dulu impor minyak kita melalui Petral. Aneh mafianya malah menyebar dan terbagi dalam beberapa kelompok yang sama kuat. Dan orangnya itu-itu saja.

Mafia migas juga mengganggu diparuh kedua Jokowi sebagai Presiden. Tepatnya awal 2019 pecah kerusuhan yang masif dan menjalar kemana-mana. Mereka nampaknya sengaja membuat sesama anak bangsa ribut dan rusuh seperti tahun 1998. dengan tujuan supaya Jokowi tidak jadi Presiden.

Pembangunan kilang minyak pun mereka ganggu. Sebab jika kilang minyak dibangun, maka keuntungan mafia migas ini akan seret dan mendekati  kerugian.

Nyatanya upaya mereka tak berhasil. Jokowi tetap sebagai Presiden. Mulailah Jokowi membangun kekuatannya. Caranya merangkul rivalnya saat Pilpres Prabowo Subianto dijadikan Menteri Pertahanan. 78 Kursi DPR dari Gerindra pun didapatkan Jokowi. Gunanya apa? Ya Parlemen Senayan pun menjadi tak garang lagi. Dalam arti  garangnya harus jelas dan pakai data. Selama ini kan garangnya tak jelas.

Ahok usai bebas dari menjalani hukumannya di penjara. Sengaja dibiarkan dulu untuk sowan ke beberapa Partai termasuk ke Prabowo.

Komisaris Utama Pertamina Ahok (kiri) dan Presiden Jokowi (kanan)

Setelah itu mantan  Bupati Belitung Timur itu atas perintah kakek Jan Ethes ditempatkan sebagai Komisaris Utama Pertamina dengan tujuan utamanya melaporkan langsung ke Presiden ketujuh siapa saja para mafia migas ini.

Dan Jokowi akan gebuk sendiri. Bukankah sudah berulang kali diberbagai kesempatan anak kandung dari (Alm) Sudjiatmi pernah mengatakan bahwa saya tidak ada beban lagi.

Dan benar saja satu persatu musuhnya ada yang digebuk atau disingkirkan dari arena politik kekuasaannya seperti menjadi gelandangan politik, tapi ada juga yang dirangkul  masuk dalam kabinetnya.

 

 

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB