JAKARTA, NAWACITAPOST.COM - Presiden Joko Widodo telah menunjuk Menteri BUMN Erock Thohir sebagai Ketua Pelaksana Satgas Pemulihan Ekonomi dan Satgas Covid-19.
Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 tetap dipimpin Letjen TNI Doni Monardo, sedangkan Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional dipimpin Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin. Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP), Maruara Sirait berpesan kepada Erick Tohir agar melakukan gebrakan dan terobosan dalam dua hal. Pertama, dalam hal kesehatan dan kedua dalam hal pemulihan ekonomi. Terkait masalah kesehatan, Maruarar berpesan terkait dengan pemakaian masker. Hingga saat ini belum ada kesadaran penuh dari masyarakat untuk menggunakan masker.
Selain ada yang disiplin, masih ada masyarakat yang kurang dan tidak menggunakan masker di ruang-ruang publik. Bahkan sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo, ada provinsi yang penggunaan maskernya hanya 30 persen. Sementara 70 persen warganya tak memakai masker.
Maruarar mengatakan bahwa sosialisasi penggunaan masker ini sudah maksimal. Baik dilakukan langsung oleh aparat maupun melalui saluran di televisi dan media lainnya.
Aturan ini juga mejadi apresiasi kepada mereka yang selama ini menggunakan makser. "Santun, tapi tegas. Jadi yang tidak memakai masker bisa didenda. Kalau tiga kali didenda tidak kapok, bisa dilakukan kurungan beberapa hari. Sehingga ada efek jera. Aturan ini bisa dengan Inpres," kata Ara, demikian ia disapa. Tentu saja, sambungnya, dalam pelaksanaan aturan ini bisa melibatkan TNI dan Polri. Pelaksanaan aturan juga harus jelas dan transparan, termasuk soal denda. Soal denda ini harus benar-benar terbuka, misalnya dana tersebut masuk kemana dan bagaimana laporan pertanggungjawabannya. Pesan kedua Maruarar kepada Erick Tohir adalah terkait dengan ekonomi. Maruarar menjelaskan bahwa saat terjadi krisis tahun 1998 yang terpukul adalah konglomerat dan kelompok ekonomi paling atas. Saat krisis 1998, sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM) menjadi penyelamat ekonomi nasional.
Namun krisis tahun 2020 akibat pandemi Covid-19 ini, jelasnya, yang paling terpukul adalah sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini dampak dari social distancing sehingga transaksi penjualan UMKM menjadi menurun atau bahkan tidak ada Karena itu keberpihakan pada UMKM harus benar-benar nyata. Misalnya terkait dengan pendataan UMKM. Kata Ara, yang juga gagasannya ini disampaikan kepada Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam Webinar Nasional TMP bertemakan Penguatan UMKM di Tengah Covid-19 Minggu malam (267), pendataan ini bisa dilakukan dengan menggandeng Gojek, Grab, Tokopedia dan lain-lain yang selama ini sudah memiliki data UMKM. Selama ini, sistem aplikasi dan platform digital sudah menggandeng UMKM rumahan seperti produk pakaian, makanan, minuman dan lain-lain "Tentu juga banyak UMKM yang belum terdata dalam sistem aplikasi digital. Ini harus segera didata dengan cepat dan tepat," saran Ara, yang pernah kerjasama dengan Erick saat Piala Presiden 2015 ketika Ercik menjadi Ketua OC dan Ara menjadi Ketua SC.
"Dengan uang terbatas, yang sebagiannya juga dari utang, harus juga tepat sasaran. Dan jangan terlambat membantu UMKM. Jangan sampai sudah mati UMKM-nya baru didata. Karena data, tepat sasaran dan timing menjadi sangat penting," ungkap Maruarar.