politik

Capres Amerika Biden Didukung Muslim, Trump Hancurkan ISIS

Senin, 27 Juli 2020 | 14:40 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Pemilihan Presiden Amerika Serikat ke 46 akan digelar pada 3 Nopember 2020. Pesertanya ada dua, Donald Trump (Petahana-Partai Republik) dan Joe Biden (Partai Demokrat). Perang urat syaraf pun dilancarkan kedua kubu.

Baca Juga : Perkataan Trump Selalu Terbukti, Perang Dunia Ketiga Bisa Terjadi?


Seperti yang disampaikan lawan Trump. Biden mencari dukungan dari warga Muslim. Bahkan jika terpilih dirinya berjanji untuk membatalkan larangan perjalanan bagi orang-orang dari beberapa negara mayoritas Muslim yang diberlakukan pemerintahan.

Mantan Wapres era Barack Obama ini menyebut tindakan larangan yang dikenal dengan 'Larangan Muslim' itu sebagai suatu hal yang keji dan tak pantas dilakukan Trump.

Janji lainnya adalah warga Muslim-Amerika dipastikan masuk pemerintahannya jika memenangkan Pilpres AS 2020.

Untuk meyakinkan warga muslim –Amerika memilihnya, senator dari Partai Demokrat (1973 – 2009) tak segan-segan mengutip hadits Nabi Muhammad.

Rupanya upaya Biden ini mendapat angin segar. Dukungan pun disampaikan Komunitas Muslim Amerika WA’el Alzayat, CEO Emgage Action mengatakan bahwa dirinya melalui organisasinya berusaha memaksimalkan perolehan suara di negara-negara bagian utama, Michigan misalnya.

Peta Dukungan Pemilihan Presiden Amerika Serikat

Biden juga dapat dukungan dari Anggota DPR Dapil Minnesota Ilhan Omar, Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison dan Anggota DPR Dapil Indiana Carson, serta semua anggota Demokrat.

Walaupun Trump kerap melontarkan  anti Muslim, namun tak sedikit di antara mereka yang mendukung sang presiden untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga periode kedua.

Seperti dikatakan Imam Husham Al-Hussainy, dirinya kerap disalahkan warga masyarakat muslim karena memilih Trump.

Pegangannya mendukung Trump, karena saat menjadi Capres Amerika ke 45 pemilik harta 44 triliun rupiah selalu berkata jikalau ia jadi Presiden ISIS akan binasa, jelas Al-Hussainy.

Suami Ivanka itu memilih melawan, membinasakan, dan menyerang ISIS. Karena ISIS itu teroris yang tidak boleh ada kata kompromi menghadapinya. Untuk itulah saya memilih Trump, tambah Imam Husham.

Senada dengan Imam Husham, Gashew Galeb bahwa Trump sudah melakukan pekerjaannya dengan baik.

-
Trump Memerintah sebagai Presiden Amerika Serikat Pemimpin ISIS Tewas dan Anggotanya Tak berkutik.

Memerangi dan memberantas korupsi, juga terorisme. Setidaknya ia (berhasil) membunuh (pemimpin ISIS, Abu Bakr) al-Baghdadi. Setidaknya. Terbukti, kan?

Lalu perhelatan Pilpres Amerika Serikat di bulan Nopember 2020 bisakah Trump mempertahakannya sebagai Presiden untuk kedua kalinya dengan mengusung pendekatan Yahudi – Amerika.

Janji Trump  jika terpilih di periode kedua adalah vaksin virus corona akan tersedia pada akhir 2020, musnahkan Aids i dan kibarkan  bendera  AS di planet Mars akan terbukti.

Atau Biden sang penantang yang lebih condong mencari dukungan warga Muslim – Amerika?

 

 

 

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB