Jakarta, NAWACITAPOST- Melejitnya PDI Perjuangan sebagai partai pemenang Pemilu legislatif tahun 1999, 2014 dan 2019 semakin memantapkan partai berlogo banteng moncong putih berkiprah untuk kemajuan bangsa dan negara.
Cikal bakal partai ini adalah Partai Nasional Indonesia (PNI), yang didirikan pada tanggal 4 Juli 1927, sedangkan PDI Perjuangan lahir pada 27 Juli 1996.
Kehadiran PDI Perjuangan nampaknya mulai menggangu orde baru. Politik pecah belah pun dijalankan secara masif dengan berbagai cara. Militer sudah pasti, kongres tandingan pun dilancarkan pihak cendana.
Peristiwa Sabtu 27 Juli 1996 pun meletus biasa disebut Peristiwa Kudatuli (Kerusuhan dua puluh tujuh Juli) Adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat .
Dalam perjalanannya PDI Perjuangan boleh dikatakan sebagai trah Partai PNI telah berhasil menelorkan 3 dari 7 Presiden Republik Indonesia. Presiden pertama Soekarno(1945-1965), Presiden kelima Megawati (1999-2004) dan Presiden ketujuh Jokowi ( 2014-2019, 2019-2024).
Megawati Soekarnoputri dan Gambar Soekarno
Marhaenisme dan ajaran Soekarno yang di patrikan dengan konsep Nawacita mulai terasa di era saat ini. Dimana situasi pandemi covid 19 dalam keterbatasan yang ada, pemerintah menjamin ketersediaa pangan dan bahan pokok l;ainnya.
Bahkan paket bantuan sosial terus dilaksanakan terutama kepada rakyat yang terkena dampak dari wabah ini. Anehnya masih saja ada sinis dan mencederai pemberian paket ini. Ini adalah buah yang dijalan dengan baik Megawati kemudian diterjemahkan secara baik juga oleh Presiden Jokowi.
Selain itu tangan dan buah diamnya Ibu dari Puan Maharani berhasil melahirkan dan meresmikan 20 kantor PDI Perjuangan atau rumah rakyat di seluruh daerah di Indonesia secara daring 4 Provinsi, 16 lainnya Kotamadya dan Kabupaten, pada Rabu 22 Juli 2020.
Diresmikan hari Rabu karena sesuai tradisi Soekarno . Bahwa hari itu sebagai pendidikan politik dan kaderisasi, begitu penjelasan Mega kepada para kader.
Kantor yang diresmikan secara daring tersebut diatasnamakan DPP Partai, menjadi bagian dari aset Partai yang bersifat tetap dan tidak boleh diperjualbelikan.
Penataan aset Partai ini penting sebagai komitmen terhadap tranparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset Partai, ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Catatan penting lainnya dari seorang Megawati bahwa saat era SBY sebagai Presiden, Mega tak pernah menyerang apalagi sampai mengganggu jalannya roda pemerintahan SBY.
Padahal kala itu tawaran masuk kabinet di lakukan dengan gencar ayah dari AHY namun Mega menjawab tidak Menjadi oposisi artinya diluar pemerintah, namun tidak merongrong pemerintah dilakukan secara kata dan perbuatan. Memang benar diam itu emas. Terbukti dari diamnya Mega, 3 Presiden dan 20 kantor partai.