politik

Moeldoko Ring Satu dan Bempernya Presiden Jokowi

Selasa, 21 Juli 2020 | 17:02 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Dua tahun menjabat sebagai panglima TNI 2013.-2015. Moeldoko sang Jenderal TNI itu pensiun sebagai purnawirawan atau tepatnya menjadi rakyat biasa.

Baca Juga : Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko Apresiasi Pamaren Produk Tani Pemerintah Kab. Nias


Setelah itu tahun 2016, Moeldoko oleh Wiranto didapuk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Hanura.

Disinilah Moeldoko memainkan perannya sebagai elit petinggi partai yang kerap berhubungan erat dengan Jokowi.

Ketegasan, disiplin, integritas dan rekam jejaknya yang pernah dimiliter, membuat Jokowi mulai tertarik dengan mantan KSAD ini.

Apalagi Jokowi butuh figur militer untuk membantunya dalam mengambil keputusan negara khususnya di bidang militer. Mantan Pandam III Siliwangi ini mungkin dianggap tepat untuk hal tersebut.

Apalagi isu toleransi dan kemajemukan selalu menerpa Jokowi dan itu selalu dimainkan lawan politiknya. Serta kurang harmonisnya Jokowi dengan Panglima TNI  setelah Moeldoko. Membuat keyakinan RI satu memantapkan untuk segera memanggilnya ke Istana.

Jenderal TNI (Purn) Moledoko Mewakili Keluarga Jokowi dan Iriana pada Acara Pernikahan Kahiyang AYu dan Boby Nasution diapit Gibran(kanan) dan Kaesang (kiri)

Penugasan mulai diberikan ayah Kaesang, ketika pria kelahiran Kediri 1957 memberikan sambutan mewakili keluarga Jokowi dan Iriana pada acara pernikahan anak kedua Jokowi, Kahiyang Ayu dan Boby Nasution pada 9 Nopember 2017 di Kota Solo.

Terbukti 2 bulan lebih sedikit tepatnya 17 Januari 2018 Moeldoko ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Teten Masduki.

Di periode kedua Jokowi sebagai Presiden, Moeldoko tetap menempati  Kepala Staf  Kepresidenan. Kabarnya ruangan Moeldoko di Istana Negara hanya bersebelahan dengan  ruangan Presiden ketujuh. Boleh dibilang Moeldoko adalah bemper Jokowi.

Lalu, video viral kemarahan Jokowi di sidang paripurna kabinet 18 Juni 2020 kemudian di upload pihak Istana pada 28 Juni 2020 nampaknya juga diketahui Moeldoko.

Kemarahan Presiden Jokowi salah satunya reshuffle dan pembubaran lembaga Negara. Pintu jawaban istana selalu datang dari Moledoko. Begitu mudah dan mampu  menterjemahkan pikiran dan kemauan Jokowi.

Namun batas dan rambu-rambu penyebutan lembaga yang dibubarkan, secara diplomatis Moledoko hanya menjawab itu ranah dan wewenang Presiden bukan ranahnya, ketika menjawab media.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB