politik

Jokowi, Pemimpin yang Bisa Merangkul Lawan

Rabu, 8 Juli 2020 | 17:28 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Membubarkan HTI sebagai Ormas terlarang melalui  Perppu dan diperkuat juga dengan Keputusan PTUN,  memindahkan Ibukota negara dari Jakarta Ke Kalimantan Timur, menempatkan Ahok sebagai Komisaris Pertamina,  terakhir kemarahannya di sidang paripurna Kabinet, pada 18 Juni 2020 kemudian di Upload  pihak Istana 28 Juni 2020 sehingga tersebar luas di medsos. Ucapannya tentang reshuffle  dan membubarkan lembaga, begitulah beberapa rentetan pola kepemimpinan yang diterapkan dan dilakukan mantan Walikota Solo tersebut.

Baca Juga : Pesan Jokowi kepada Calon Perwira Remaja TNI dan Polri yang Segera Dilantik


Bahkan soal reshuffle,  menghiasi sejumlah  pemberitaan media, diskusi webinar soal itu pun banyak digelar, belum lagi jagat raya dunia medsos diramaikan dengan hal itu. Selain itu, Kakek dari Jan Ethes ini bisa menaklukan lawan politiknya dengan berbagai cara,  Prabowo pun dirangkulnya  masuk ke Kabinet dengan tujuan untuk memajukan bangsa. Walaupun,  sempat diprotes dan ditolak oleh sejumlah partai koalisi nasional karena merangkul musuhnya di Pilpres, masuk kabinet, hal itu  tak membuatnya luluh dan lemah, malahan itu dibuktikan dengan serangan dari partai yang tidak masuk di kabinetnya justru melemah, memang masih ada yang mengkritik dan menyerang, tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari,  atau lebih tepatnya  tidak sampai mengganggu persetujuan dengan DPR terkait kebijakan, RUU maupun UU. Sebab,  kita tahu bersama dalam  pemerintahan  Presidensil  selain hak prerogratif pemilihan menteri di tangan Presiden, namun  dalam hal lainnya kebijakan terkait RUU dan UU, Presiden harus mendapat persetujuan Parlemen atau DPR.

Menyoal hal kepemimpinan,  khususnya di  periode kedua masa pemerintahannya sebagai Presiden, catatan yang perlu disoroti adalah keberanian yang tegas dalam mengambil keputusan. Cermat, teliti dan resiko minimal adalah pertimbangan yang dipakainya dalam hal tersebut. Berpegang pada konstitusi adalah pijakan yang selalu dipegangnya, tak peduli yang menolaknya itu berjumlah massa banyak. Inilah yang membuat para koruptor  melakukan berbagai cara dengan tidak elok, isu miring bernada PKI pun pernah dia dapatkan, anti Pancasila pun diserangnya, pokoknya nada-nada miring yang sumbernya tidak jelas selalu dialamatkan kepadanya. Perlawanan pun dilakukan, tentu dengan cara hukum,  sejumlah yang menyerangnya pun dibuat  tak berdaya, satu demi satu diam. Ada mantan pejabat sampai pengamat dan profesi pun harus berhadapan dengan aparat penegak hukum, karena menyerang Presiden tanpa bukti yang jelas.  Disinilah, kelebihan Jokowi, pandai membaca mana musuh yang dirangkul dan mana musuh yang perlu dibuat diam.

 

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB