politik

Erick Thohir : Banyak Permasalahan Maskapai Dalam Negeri dari Monopoli Hingga Ribut Harga Tiket

Jumat, 3 Juli 2020 | 16:01 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST-  Kementerian BUMN tidak lagi membiarkan maskapai  PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tutup.Pasalnya dengan adanya pesaing, membuat tak ada monopoli di industri maskapai penerbangan dalam negeri.

Menteri BUMN Erick Thohir mengakui banyak permasalahan yang ada di industri maskapai penerbangan dalam negeri, mulai dari monopoli hingga harga tiket yang tinggi sehingga menimbulkan kondisi pasar oligopoli.

Baca Juga : Jokowi Bersyukur Indonesia menjadi berpendapatan Menengah Atas


"Sama dengan Garuda, Garuda ini unik sebab jika ditutup sekarang jadi monopoli. Saya ga anti Lion Air, mohon maaf, tapi kalo hanya satu satunya jadi monopoli. Kemarin aja sebelum jadi Menteri ribut harga tiket mahal karena oligopoli," kata Erick dalam sebuah acara diskusi virtual, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga : Jokowi Bersyukur Indonesia menjadi berpendapatan Menengah Atas


Erick mengatakan, perusahaan BUMN tertentu harus bertahan meski kondisi saat ini cukup berat akibat pandemi Covid-19. Sebab, dengan kondisi saat ini hanya 10% perusahaan BUMN saja yang mampu bertahan, sementara 90% perusahaan lainnya terkena dampak negatif.

Ia berkomitmen agar perusahaan BUMN tak melakukan PHK di tengah kondisi saat ini sehingga perusahaan harus menggunakan keuntungan perusahaan untuk menjaga stabilitas. Hal ini akan berdampak pada setoran BUMN kepada negara yang mau tak mau tahun depan harus lebih rendah dari tahun sebelumnya.

"Tahun ini profit dipakai ga boleh layoff kalau BUMN. Gaji dijaga sampai akhir tahun. Apakah ini dibilang pemborosan atau tidak? Ini tugas negara dan komitmen, beda dengan swasta. Airport penurunan flow pengunjung itu sangat drop sangat jauh ini harus dijaga, tidak mungkin airport ditutup, KAI ditutup," tegasnya.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB