politik

PKS Lakukan Kebohongan Publik

Selasa, 30 Juni 2020 | 16:50 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST-Politik itu sarat kepentingan, juga  seni mendapatkan pengaruh, dan politik itu tidak ada musuh abadi. Definisi-definisi politik praktis itu ada benarnya juga.  Selain itu politik itu juga perlu kejujuran, integritas dan tidak  gampangan adalah modal utama  yang perlu kita jaga dan perturahkan dalam pergaulan-pergaulan  sesama anak bangsa yang berbeda pandangan  di lintas partai politik dan organisasi  lainnya.

Baca Juga : Koalisi Nasionalis Solid, PKS dan Demokrat Tersudut


Adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang bermaksud mendapat dukungan dari lembaga keumatan terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) dan Muhamadyah  terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP), tersulut emosinya bahkan sampai kebakaran jenggot, karena ada rekaman suara anggota Fraksi PKS yang tidak keberatan dengan RUU HIP. Rekaman suara yang diduga disampaikan dalam Rapat Pleno Baleg DPR RI

Pasalnya, selama ini PKS mengaku salah satu yang menolak pembahasan RUU HIP. Salah satu elit PKS yang mencoba mengklarifikasi rekaman suara tersebut Hidayat Nur Wahid. Bahkan rekaman suara bahwa Fraksi PKS tidak keberatan dengan RUU HIP beredar di media sosial. PenggunaTwitter @ImadHasan95 salah satu yang membagikan rekaman tersebut.





Petinggi Partai PKS, Hidayat Nur Wahid meradang setelah video rekaman ketidak-keberatan PKS atas usulan RUU HIP viral di media sosial.








Dalam sebuah rekaman yang beredar, Anggota Baleg DPR RI dari Fraksi PKS Bukhori Yusuf menyatakan ketidak-keberatannya RUU HIP menjadi usul inisiatif DPR pada saat rapat Pleno Baleg pada 22 April 2020 terkait RUU Haluan Ideologi Pancasila.

“Fraksi PKS pada dasarnya, tentu tidak keberatan dan sangat mengapresiasi lahirnya Undang-undang ini, tentu sepanjang untuk kemaslahatan bangsa dan Negara. Karena itu kami berharap bahwa undang-undang ini nanti lahir untuk memberikan suatu kaidah yang lebih paten, lebih jelas, tidak kemudian sebagaimana disampaikan oleh pembesar-pembesar dan petinggi kita kenapa negera kita menjadi sangat liberal, ada yang mengatakan super liberal dst”, kata Bukhori dalam sebuah rekaman yang beredar di media sosial.

PKS seharusnya sadar bahwa politik itu adalah sarat dengan kepentingan. Rekaman hanya alat yang bisa dijadikan bukti untuk kita bisa bersikap apakah perkataan dan perbuatan kita sejalan atau tidak. Disinilah PKS  yang bermaksud mengambil hati umat malah diserang umat juga. Memang kejujuran politik adalah harga yang tak bisa ditawar-tawar lagi, sekali kita punya panangan bunglon maka siap-siap ditinggalkan pengikutnya.  Rekaman ini tak bisa dibantah lagi, maka PKS sudah melakukan kebohongan publik.



















Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB