Baca Juga : DERADIKALISASI DAN MENG-INDONESIA-KAN SEL TIDUR ISIS
Bahkan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan ada banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada dibawah naungan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo hingga pejabat teras Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk segera menertibkan para aparatur yang mendukung berdirinya negara khilafah. Bahkan, Yaqut khilafah ini berbahaya dan bisa merusak sendi-sendi berbangsa dan benegara sesama anak bangsa. Walaupun tak merinci berapa banyak pejabat teras ANS dan BUMN yang bergabung ke kelompok pengusung khilafah, namun itu diakui oleh Yaqut ada. Namun, saya belum tahu kelompok-kelompok itu mengusung ideologi khilafah, imbuh anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ansyor dan seluruh komponen anak bangsa yang jiwanya Bhineka Tunggal Ika tak akan bisa bersatu, apalagi bersinergi, itu ibarat api dan minyak, jauh dari harapan untuk melakukan hal-hal positif, maka dari itu dia organiasi yang dipimpinnya ini selalu bekerja sama dengan pemerintah, berkonsolidasi untuk membantu negara, pemerintah, Presiden melawan kelompok-kelompok radikal.
Menurut Gus Yaqut, GP Ansor maupun Banser pasti membantu pemerintah melawan kelompok radikal yang mengusung berdirinya negara khilafah atau dengan label NKRI Bersyariah. Bahkan, kata dia, pihaknya sudah beberapa kali berbenturan dengan kelompok tersebut dalam berbagai kesempatan. Sehingga kelompok ini bila dibiarkan akan mengganggu stabilitas negara.