Presiden Jokowi Minta Jajarannya Serius Dalam menangani COVID-19
Berikut kemarahan Jokowi; "Hanya gara-gara urusan peraturan, urusan peraturan. Ini (harus) extraordinary. Saya harus ngomong apa adanya. Enggak ada progres yang signifikan. Enggak ada," kata Jokowi. Saya Jengkel! Ia menilai, saat ini masih banyak para menteri yang bekerja biasa-biasa saja di masa krisis seperti sekarang. Jokowi menyatakan hal itu terlihat dari banyaknya anggaran yang belum tercairkan. Ia juga menyebut banyak stimulus ekonomi yang belum tersalurkan ke masyarakat meskipun sudah ditunggu-tunggu. "Jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu, enggak ada artinya. Jangan sudah PHK gede-gedean duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita," kata Presiden.
Seperti pembayaran tunjangan tenaga kesehatan yang belum terbayar lunas. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, kata lembaga perawat nasional yang dibayar baru 20 persen. Dan, bisa jadi Pemkot Surabaya berdalih, bahwa belum ada pencairan atau pencairannya harus melalui persetujuan menteri terkait. Ini salah satu yang membuat Jokowi kesal, jengkel dan marah. Jokowi menyatakan dengan tegas bahwa kinerja pembantunya dalam penanganan covid 19 tak ada progres. Jika ini terus dibiarkan, maka Jokowi mengancam me-reshuffle kabinetnya dan membubarkan lembaga negara yang dianggap menghambat. Lalu, siapa menteri-menteri atau lembaga yang mau dibubarkan Jokowi. Bisa jadi, kemarahan Jokowi ini terjadi karena banyak aduan-adun dari masyarakat yang tidak diselesaikan para pembantunya. Seperti aduan dan laporan dari Ikatan Wartawan Online (IWO) bahwa di Bogor dan beberapa daerah Indonesia bantuan sosial (bansos) banyak terjadi penyimpangan yang dilakukan aparat pemerintah. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini sadar reshuffle terjadi, pasti diganggu oleh partai pengusungnya. Nama-nama menteri yang spontan disebut Jokowi meskipun belum tentu terjadi reshuffle, seperti Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri Tenaga Kerja, dan Menteri Bidang Ekonomi. Mantan Walikota Solo ini tak peduli yang dia inginkan hanya satu mensejahterkan rakyat walaupun jabatan presiden taruhannya.