Jakarta, NAWACITAPOST - Bukanlah Arief Poyono biasa disapa Poyu, politisi asal Gerindra ini kerap bersebrangan dengan partainya. Mulai dari pilihan terhadap Adian Napitupulu yang pantas jadi Menteri dibanding AHY. Terakhir lontarannya membela Jokowi.
Poyu menjelaskan pembelaannya terhadap Presiden Jokowi dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyono yang tak rela presiden ke 7 ini kerap dikaitkan dengan PKI. Dia mengatakan, isu kebangkitan PKI dimainkan oleh kelompok kadrun.
Pembelaannya mendukung Presiden ke 7 ini dari penyebar hoax PKI bangkit tidak mengatasnamakan Gerindra, itu terucap dalam video yang diunggahnya pada 16 Juni 2020. Saya ini pimpinan buruh,” pungkasnya.
Makanya saya mengajak kawan-kawan dibarisan pekerja dan buruh untuk menentukan arah politik dengan meninggalkan apa yang disebutnya sebagai gerbong politik yang sudah rusak. Dia menegsakan, pihaknya sudah tahu kelompok kadrun ada di gerbong mana saja dan kita tidak pernah akan sejalan dengan mereka,” pungkasnya.
Seperti diketahui julukan kadrun disematkan kepada kelompok radikal yang mengatas namakan umat islam.Dan, bisa jadi yang mencurigai kebangkitan PKI lewat RUU HIP itu kelompok mereka juga, Padahal umat Islam sendiri tidak pernah melakukan hal-hal yang menyebarkan berita bohong apalagi sampai mengubar kebencian, itu sudah jelas dan tak bisa ditawar lagi ungkapnya.
Pernyataan Poyu ini membuat politisi senior Gerindra yang diwakili Fadli Zon dan Andre Rosiade marah dan memintanya untuk digelarnya sidang di Dewan Kehormatan (DK) Gerindra, malahan disurunhnya keluar dari partai. Rupanya seruan dan ancaman dua koleganya ini tak ditanggapi olehnya. Justru dukungan senyap dan tersembunyi dari kalangan Partai yang dinakhodai Prabowo Subianto mulai mengalir secara perlahan. Aliran dukungannya tak membuat dia merasa besar apalagi ingin merebut partai pemenang no 3 di pileg 2019 ini. Poyu merasa tak ada benturan dengan sosok Menteri Pertahanan RI (2019 -2024). Malahan dirinya merasa yakin penghuni Hambalang ini senang, karena dia berkata apa adanya, buktinya sampai saat ini orang nomor satu di Gerindra ini tak menyuruhnya keluar dari partai, tandas pria yang dekat dengan aktivis kelompok 98.