politik

Eri Cahyadi 'Ngedabrus'? Jangan Biarkan Nama Partai Tercoreng!

Minggu, 14 Juni 2026 | 17:27 WIB
Gambar Ilustrasi

NAWACITAPOST.COM - Janji politik yang pernah diucapkan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kini kembali disorot. Internal PDI Perjuangan Surabaya disebut diguncang banyak aduan terkait tanggungan mendiang Adi Sutarwijono yang belum juga diselesaikan.

Sejumlah pihak yang merasa dirugikan disebut terus mendatangi kantor DPC, DPD hingga DPP PDIP. Mereka menagih janji yang disebut pernah disampaikan Eri Cahyadi dalam rapat bersama KSB PAC dan Ketua Ranting di Rumah Makan Mahameru.

Dalam forum itu, Eri yang juga menjabat Wali Kota Surabaya disebut berjanji akan membantu menyelesaikan seluruh tanggungan mendiang Adi Sutarwijono, mantan Ketua DPC PDIP Surabaya yang saat itu sudah dibebastugaskan DPP.

Tak hanya soal utang, Eri juga disebut pernah menjanjikan hadiah sepeda motor untuk PAC dan ranting PDIP se-Surabaya yang berhasil memenangkan Pilkada. Hampir seluruh wilayah disebut menang, namun janji motor itu diklaim tak pernah terealisasi.

“Janji tinggal janji. Sampai sekarang tidak ada satu pun sepeda motor yang diberikan sesuai ucapan saat rapat di Mahameru,” ungkap sumber internal yang ikut menyoroti persoalan tersebut.

Masalah lain muncul dari pengakuan Solekan yang mengaku meminjamkan uang kepada mendiang Adi Sutarwijono hingga mencapai Rp680 juta. Uang itu diberikan bertahap dan hingga kini disebut belum ada penyelesaian.

Tak hanya Solekan, korban lain bernama Happy juga mengaku mengalami kerugian hingga Rp520 juta. Uang itu disebut dijanjikan akan dibarter dengan sejumlah pekerjaan proyek di lingkungan Pemkot Surabaya.

Karena tak kunjung ada penyelesaian, kedua korban disebut sempat melayangkan surat ke DPC, DPD hingga DPP PDIP. Mereka meminta janji Eri Cahyadi yang disebut siap membantu pelunasan itu benar-benar direalisasikan.

Wardoyo SH, Ketua Promeg’96 Surabaya, ikut angkat suara. Ia mendesak DPC PDIP Surabaya segera turun tangan agar persoalan ini tidak semakin liar dan mencoreng nama besar partai di mata publik.

“DPP PDIP harus segera memanggil pengurus DPC Surabaya dan Eri Cahyadi. Jangan sampai persoalan ini terus berlarut dan jadi konsumsi publik,” tegas Wardoyo SH, kepada Nawacitapost.com.

Wardoyo juga mengingatkan agar janji yang pernah diucapkan di forum partai tidak dianggap sekadar angin lalu. Menurutnya, penyelesaian masalah ini penting agar kepercayaan kader dan masyarakat tidak runtuh.

“Kalau terus dibiarkan berlarut, publik tentu akan bertanya-tanya. Jangan sampai muncul kesan ada pihak yang justru menikmati situasi ini,” pungkasnya. ***

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB