NAWACITAPOST.COM – PDIP Surabaya tak mau lagi sekadar rapat seremonial. Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC se-Surabaya, Minggu (10/5/2026), langsung dijadikan ajang “pemanasan mesin politik” sekaligus panggung peringatan keras untuk kader internal.
Targetnya jelas: rebut kembali 15 kursi DPRD Surabaya di 2029, setelah tergerus jadi 11 kursi pada Pemilu 2024.
Acara yang digelar di Grand Empire Palace itu dihadiri jajaran elite partai, mulai dari Puti Guntur Soekarno, Deni Wicaksono, hingga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji.
Namun bukan seremoni yang menonjol, melainkan pesan keras dan evaluasi internal yang blak-blakan.
Regenerasi Dipaksa, Gen Z Masuk Struktur
Ketua DPC PDIP Surabaya, Armuji, menegaskan restrukturisasi PAC bukan formalitas, tapi langkah wajib untuk menyegarkan mesin partai.
“Minimal 50 persen pengurus itu harus Gen Z. Ini bukan pilihan, tapi kebutuhan,” tegas Armuji.
Ia mendorong kader tidak sekadar jadi “pengurus papan nama”, tapi benar-benar bekerja menyerap suara rakyat.
“Kalau jadi manusia politik, harus punya gagasan, inovasi, dan mau turun mendengar rakyat,” ujarnya.
Warning Keras: Main Program, Siap Dicopot
Armuji tak basa-basi. Ia membuka potensi pelanggaran internal yang selama ini jadi bisik-bisik.
“Saya tidak mau dengar ada pengurus PAC menarik uang dari program bantuan. Kalau ada bukti, langsung kita evaluasi dan ganti,” tegasnya.
Pesan ini jadi sinyal kuat: praktik penyalahgunaan program tak lagi ditoleransi.
PDIP Disentil: Kursi Turun, Jangan Jumawa
Sekretaris DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksono, juga tak menutup fakta pahit. Surabaya yang selama ini dianggap kandang banteng, justru kehilangan kursi signifikan.
“Surabaya ini kuat, tapi hasilnya masih jauh dari harapan. Kursi kita turun jadi 11. Ini alarm,” katanya.
Target baru pun dipasang: