Jakarta, NAWACITA - Politikus Partai Demokrat, Andi Arief menyebut, sebenarnya partainya sudah memberi petunjuk jalan kepada Prabowo Subianto agar memenangi Pilpres 2019, menghadapi capres petahana Joko Widodo. Namun, sayang jalan itu ditolak Prabowo.
Dalam cuitannya di akun Twitter, Andi memulai dengan menyebut, ada paksaan dari Prabowo sebagai calon presiden nomor urut 02, untuk memilih Sandiaga Uno menjadi cawapresnya.
Padahal, kata dia, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Kogasma, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sudah memberi jalan kemenangan ke Prabowo.
Tetapi, menurutnya, justru jalan kemenangan yang diklaim Andi itu, ditolak Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Tidak dijelaskan oleh Andi, apa yang dimaksud memaksakan Sandiaga Uno sebagai cawapres. Sebelum nama mantan Wakil Gubernur DKI itu mencuat, memang publik sempat menilai kalau SBY mengajukan AHY ke Prabowo untuk mendampingi di Pilpres 2019 lalu.
Namun, di hari-hari akhir pendaftaran, muncul sosok Sandiaga, yang dengan cepat mundur dari posisi Wakil Gubernur DKI. Sandi juga mundur dari keanggotaan Partai Gerindra.
Usai memilih Sandi, memang saat itu sempat terjadi ketidakcocokan dengan Partai Demokrat, hingga Prabowo memberi penjelasan ke SBY. Di Pilpres 2019, Partai Demokrat merupakan salah satu partai pengusung pasangan Prabowo-Sandi.