politik

Parpol Gabung KIK, TKN Jokowi-Ma’ruf Buka Pintu

Sabtu, 27 April 2019 | 08:58 WIB
Jakarta NAWACITA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menanggapi kemungkinan bergabungnya parpol pendukung Prabowo-Sandi ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK), pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Dalam keterangan resminya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, Presiden Jokowi pada intinya menyambut baik komunikasi dan silaturahmi yang dilakukan elite-elite politik pasca-Pemilu 2019.

"Kami dari TKN juga mengajak kepada seluruh elite partai untuk menciptakan suasana sejuk dengan mengedepankan persatuan bangsa dan tidak menciptakan narasi provokatif di masyarakat," ujar Karding di Jakarta, Sabtu (27/4 ).

Imbauan yang disampaikan Karding untuk menanggapi kemungkinan bergabungnya Partai Demokrat ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Adapun KIK berisi parta politik (parpol) pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Menurut Karding, wacana bergabungnya Partai Demokrat dalam KIK merupakan wacana yang cukup wajar mengingat komunikasi Presiden Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono maupun putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berlangsung dengan cukup baik.

"Kami kira masih terlalu dini membicarakan bergabungnya Koalisi Pendukung 02 ke 01 mengingat Presiden Jokowi belum dilantik kembali sebagai Presiden, namun kami menyambut baik komunikasi dan silaturahmi yang memperat rasa persaudaraan dan persatuan bangsa pasca pilpres 2019," ujar Karding.

Sebelumnya, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily juga mengatakan hal senada. Ace menanggapi PAN yang dikabarkan akan mengarahkan koalisi ke KIK.

Ace menyebutkan, TKN Jokowi-Maruf tidak menutup pintu bagi Partai Amanat Nasional (PAN) bila ingin bergabung dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Meskipun, menurut dia, koalisi Indonesia Kerja hingga saat ini masih belum membahas lebih lanjut terkait niatan membuka gerbang koalisi tersebut.

Sebab, saat ini pihaknya sedang fokus pada perhitungan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Tapi saya kira kita lebih baik menunggu hasil KPU dulu, terutama hasil dari Pilpres dan Pileg, kan masing-masing kekuatan parpol masih belum bisa tergambarkan secara utuh berdasarkan hasil kursi yang akan didapat di DPR RI nanti," kata Ace di Hotel Gren Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/4).

Ace juga mengatakan, pertimbangan PAN untuk masuk gerbong Jokowi-Maruf harus dibicarakan terlebih dahulu oleh ketua umum partai koalisi pengusung.

Ia menambahkan, hasil resmi KPU akan mentukan nasib PAN jika ingin bergabung kembali ke dalam koalisi pendukung Jokowi.

Sebab, hitungan resmi KPU terkait Pileg akan memberi gambaran pasti jumlah kursi yang akan diterima koalisi Indonesia kerja.

Terlebih, suara di parlemen akan berdampak pada efektifitas pemerintahan Jokowi-Maruf jika terpilih sebagai kepala negara lima tahun ke depan.

"Kalau misalnya koalisinya sudah menguasai di parlemen saya kira pemerintahan pak Jokowi akan efektif dengan Koalisi Indonesia Kerja ini. Jadi artinya anda bisa pikirkan sendiri kalau kita sudah kuat," jelas Ace.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB